Jumat, 29 Agustus 2025

Hacker Sela Pidato Presiden Iran di Hari Peringatan 44 Tahun Revolusi Islam Iran

Hacker menyela pidato Presiden Iran Ebrahim Raisi di Hari Peringatan 44 Tahun Revolusi Islam Iran, Sabtu (11/2/2023). Ia menyebut 'Death to Khamenei'.

Twitter/EdaalateAli1400
Hacker anti pemerintah Iran yang meretas pidato Presiden Iran Ebrahim Raisi di Hari Peringatan 44 Tahun Revolusi Islam Iran pada Sabtu (11/2/2023). Mereka menyebut dirinya sebagai Edalate Ali (Keadilan Ali). 

TRIBUNNEWS.COM - Stasiun TV Telewebion yang berafiliasi dengan pemerintah Iran sempat diretas selama pidato Presiden Iran Ebrahim Raisi untuk memperingati 44 tahun Revolusi Islam 1979 pada Sabtu (11/2/2023).

Dalam pidatonya, Raisi mengimbau pemuda 'yang tertipu' untuk bertobat, sehingga mereka dapat diampuni oleh pemimpin tertinggi Iran.

Pidatonya yang disiarkan langsung di televisi itu terputus selama sekitar satu menit oleh serangan hacker.

Kemudian, muncul logo sekelompok peretas pemerintah anti-Iran yang bernama "Edalate Ali (Keadilan Ali)" di layar.

Beberapa detik kemudian, terdengar suara "Death to Khamenei" (Kematian bagi Khamenei) dan "Death to the Islamic Republic" (Matilah Republik Islam) di latar belakang tayangan, dikutip dari The Times of Israel.

Baca juga: Pesawat Israel dan Iran Parkir Berdampingan, Rusia Ukraina Kompak Bantu, Gempa Turki Satukan Dunia

Hacker Ajak Rakyat Iran Gelar Demonstrasi

Kelompok hacker "Edalate Ali" atau "The Justice of Ali" kemudian merilis video berdurasi 44 detik yang dipublikasikan di Twitter dan mengundang orang untuk mengambil bagian dalam protes nasional minggu depan.

Ia mendesak warga Iran untuk menarik uang mereka dari bank mereka.

Terlihat, orang bertopeng dengan suara wanita membaca pesan tersebut.

Kelompok itu sebelumnya meretas penjara Evin yang terkenal kejam dan fasilitas pemerintah lainnya.

Dalam pidatonya di Lapangan Azadi di ibu kota Teheran, Raisi menyebut protes anti-rezim sebagai proyek musuh Iran yang bertujuan untuk menghentikan negara tersebut melanjutkan pencapaiannya.

Berita di TV menunjukkan ratusan ribu demonstran di banyak kota besar dan kecil berpartisipasi.

Perayaan itu adalah unjuk kekuatan bagi para pengunjuk rasa, dikutip dari WIO News.

Hacker anti pemerintah Iran yang meretas pidato Presiden Iran Ebrahim Raisi di Hari Peringatan 44 Tahun Revolusi Islam Iran pada Sabtu (11/2/2023). Mereka menyebut dirinya sebagai Edalate Ali (Keadilan Ali).
Hacker anti pemerintah Iran yang meretas pidato Presiden Iran Ebrahim Raisi di Hari Peringatan 44 Tahun Revolusi Islam Iran pada Sabtu (11/2/2023). Mereka menyebut dirinya sebagai Edalate Ali (Keadilan Ali). (Twitter/EdaalateAli1400)

Baca juga: Prancis Sita Ribuan Senjata yang Dikirim Iran Secara Ilegal ke Yaman

Televisi negara menyebut demonstrasi itu sebagai “kerusuhan yang didukung asing” daripada rasa frustrasi yang tumbuh di dalam negeri atas kematian Amini.

Menjelang hari jadi, kembang api diperlihatkan oleh media pemerintah sebagai bagian dari perayaan yang disponsori oleh pemerintah saat orang-orang terlihat meneriakkan "Allahu Akbar! (Allah Maha Besar!)".

Namun, banyak orang terdengar meneriakkan “Matilah Republik Islam” dan “Matilah diktator!” dalam video yang dibagikan di media sosial.

Tayangan langsung demonstrasi negara disiarkan pada hari Sabtu oleh televisi pemerintah.

Presiden yang baru terpilih Ebrahim Raisi berbicara selama upacara pengambilan sumpahnya di parlemen Iran di ibukota Teheran pada Kamis (5/8/2021). Raisi mendesak Amerika Serikat mencabut sanksi dan ia siap menjalani diplomasi untuk mencapainya.
Presiden yang baru terpilih Ebrahim Raisi berbicara selama upacara pengambilan sumpahnya di parlemen Iran di ibukota Teheran pada Kamis (5/8/2021). Raisi mendesak Amerika Serikat mencabut sanksi dan ia siap menjalani diplomasi untuk mencapainya. (AFP)

Baca juga: Pesawat Bantuan dari Irak dan Iran Mendarat di Suriah, Bawa 70 Ton Makanan, Obat-obatan, dan Selimut

Isi Pidato Presiden Iran Ebrahim Raisi

Berbicara kepada massa yang berkumpul di Alun-alun Azadi yang luas di Teheran, Raisi mengatakan jika pemuda Iran bertaubat, maka “rakyat Iran akan merangkul mereka dengan tangan terbuka”.

Raisi menyebut perayaan hari Sabtu itu epik dan menunjukkan integritas nasional sambil memuji pencapaian pasca-revolusi di Iran.

“Orang-orang telah menyadari bahwa masalah musuh bukanlah wanita, kehidupan, atau kebebasan,” kata Raisi dalam pidato yang disiarkan langsung televisi di Lapangan Azadi di Teheran, saat dia merujuk pada slogan pengunjuk rasa.

"Sebaliknya, mereka ingin merebut kemerdekaan kita," tegasnya, dikutip dari WIO News.

Raisi mengatakan, musuh mempromosikan jenis vulgar terburuk, yaitu homoseksualitas.

Nyanyian "Death to the U.S" (Kematian bagi Amerika) berulang kali menyela pidatonya saat massa juga meneriakkan "Death to Israel" (Matilah Israel).

Dalam perayaan hari Revolusi Islam di Iran, ribuan orang Iran berbaris melalui jalan-jalan utama dan alun-alun yang dihiasi dengan bendera, balon, dan plakat dengan slogan-slogan revolusioner dan religius.

Militer memamerkan rudal balistik dan rudal jelajah Emad dan Sejjil serta drone Shahed-136 dan Mohajer.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Aksi Protes di Iran

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan