Kamis, 21 Mei 2026

Gempa di Turki

Update Gempa Turki dan Suriah: 41.987 Orang Tewas, PBB Serukan Bantuan 1 Miliar Dolar

Update Gempa Turki dan Suriah, 41.987 orang tewas. PBB menyerukan bantuan 1 miliar dolar untuk Turki dan 400 juta dolar untuk Suriah.

Tayang:
AFP/YASIN AKGUL
Seorang tentara Turki berjalan di antara bangunan yang hancur di Hatay, pada 12 Februari 2023, setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda tenggara negara itu. - Korban tewas akibat gempa besar yang melanda Turki dan Suriah naik menjadi lebih dari 41.000 pada 17 Februari 2023, karena harapan untuk menemukan korban yang selamat terjebak di bawah puing-puing dalam cuaca yang sangat dingin. (Photo by Yasin AKGUL / AFP) 

Bashar al-Assad sangat berterima kasih pada negara lain yang telah membantu Suriah dan mengirimkan bantuan, dikutip dari Al Jazeera.

Meski demikian, bantuan yang diterima oleh Suriah masih berada jauh dari tingkat kebutuhan bantuan.

Seorang Suriah, terlantar akibat gempa mematikan yang melanda Turki dan Suriah, berjalan melewati tenda-tenda di kamp sementara di desa al-Hamam di pedesaan Jandairis di barat laut Suriah pada 11 Februari 2023. (Photo by Rami al SAYED / AFP)
Seorang Suriah, terlantar akibat gempa mematikan yang melanda Turki dan Suriah, berjalan melewati tenda-tenda di kamp sementara di desa al-Hamam di pedesaan Jandairis di barat laut Suriah pada 11 Februari 2023. (Photo by Rami al SAYED / AFP) (AFP/RAMI AL SAYED)

PBB Serukan Bantuan 1 Miliar Dolar

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meluncurkan permohonan bantuan sebesar $1 miliar untuk membantu para korban di Turki akibat bencana gempa bumi yang terjadi pada Senin (6/2/2023).

PBB mengatakan, dana tersebut akan memberikan bantuan kemanusiaan selama tiga bulan kepada 5,2 juta orang.

Selain itu, juga memungkinkan organisasi bantuan untuk dengan cepat meningkatkan dukungan vital.

Seruan ini hanya dua hari setelah meluncurkan permohonan $400 juta untuk warga Suriah.

Pesawat Hercules C-130 Noreg A-1326 Skadud 32 dengan 18 crew yang datang ke Turki untuk mengangkut peralatan SAR serta bantuan kemanusiaan gelombang pertama tanggal 12 Februari lalu  tersebut diperpanjang masa penugasannya Kemanusiaan di Turki. Selasa (14/2/2023). Pemerintah Indonesia dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini tengah memperbantukan pesawat angkut Hercules C-130 beserta awak pesawatnya kepada Pemerintah Turki. (Biro Humas Setjen Kemhan RI/TRIBUNNEWS) *** Local Caption *** Pesawat dan Awak Hercules C-130 Diperpanjang Masa Penugasan
Pesawat Hercules C-130 Noreg A-1326 Skadud 32 dengan 18 crew yang datang ke Turki untuk mengangkut peralatan SAR serta bantuan kemanusiaan gelombang pertama tanggal 12 Februari lalu tersebut diperpanjang masa penugasannya Kemanusiaan di Turki. Selasa (14/2/2023). Pemerintah Indonesia dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini tengah memperbantukan pesawat angkut Hercules C-130 beserta awak pesawatnya kepada Pemerintah Turki. (Biro Humas Setjen Kemhan RI/TRIBUNNEWS) *** Local Caption *** Pesawat dan Awak Hercules C-130 Diperpanjang Masa Penugasan (Puspen TNI/Puspen TNI)

Baca juga: PBB Serukan Bantuan 1 Miliar Dolar AS untuk Penanganan Gempa Bumi di Turki

Pengiriman Bantuan

Di Suriah, upaya bantuan terhambat oleh konflik.

Banyak orang di barat laut merasa ditinggalkan karena persediaan hampir selalu dikirim ke bagian lain dari zona bencana yang luas.

Pengiriman bantuan dari Turki terputus sepenuhnya setelah gempa bumi, ketika rute yang digunakan oleh PBB untuk sementara diblokir. 

Beberapa hari setelah gempa bumi, Presiden Suriah Bashar al-Assad memberikan persetujuan untuk membuka dua penyeberangan tambahan.

Hingga Kamis (16/2/2023), 119 truk PBB telah melewati perbatasan Bab al-Hawa dan Bab al-Salam antara Turki dan Suriah, dikutip dari Channel News Asia.

Sebuah konvoi 15 truk bantuan dari Qatar telah mencapai kota Afrin yang dikuasai pemberontak Suriah, membawa makanan yang sangat dibutuhkan, obat-obatan penting dan tenda.

Kerabat korban merasa hangat dengan api di samping puing-puing bangunan yang runtuh, saat tim penyelamat terus mencari korban dan penyintas, setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda wilayah perbatasan Turki dan Suriah awal pekan ini, di Kahramanmaras pada 13 Februari 2023. - Korban tewas akibat bencana gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah naik di atas 35.000 pada 13 Februari 2023, dengan tim SAR mulai mengurangi pekerjaan mereka. (Photo by OZAN KOSE / AFP)
Kerabat korban merasa hangat dengan api di samping puing-puing bangunan yang runtuh, saat tim penyelamat terus mencari korban dan penyintas, setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda wilayah perbatasan Turki dan Suriah awal pekan ini, di Kahramanmaras pada 13 Februari 2023. - Korban tewas akibat bencana gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah naik di atas 35.000 pada 13 Februari 2023, dengan tim SAR mulai mengurangi pekerjaan mereka. (Photo by OZAN KOSE / AFP) (AFP/OZAN KOSE)

Banyak orang yang selamat telah melarikan diri dari zona bencana, namun beberapa memutuskan untuk tetap tinggal, meski dalam kondisi yang mengerikan.

"Kami menghabiskan hari-hari kami dengan roti, sup, dan makanan sebagai bagian dari bantuan yang dikirimkan oleh orang-orang. Kami tidak memiliki kehidupan lagi. Kami takut," kata Mustafa Akan di Adiyaman, korban selamat yang kehilangan rumahnya.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Gempa di Turki dan Suriah

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved