Rabu, 3 Juni 2026

SpaceX Terbangkan 4 Astronot Asal Amerika, Rusia, dan UEA ke Stasiun Luar Angkasa

Perusahaan roket Elon Musk, SpaceX, telah meluncurkan empat astronot asal Amerika, Rusia, dan UEA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk NASA.

Tayang:
Editor: Arif Fajar Nasucha
TV NASA/AFP
Spesialis Misi Andrey Fedyaev dari Roscosmos (kiri), Pilot Warren "Woody" Hoburg (kedua dari kiri), Komandan Stephen Bowen (kedua dari kanan), dan Spesialis Misi Sultan Alneyadi dari Uni Emirat Arab (kanan) melambaikan tangan dari dalam pesawat luar angkasa Dragon Endeavour menjelang lepas landas yang diharapkan di Pusat Antariksa Kennedy NASA di Cape Canaveral, Florida, pada 1 Maret 2023. 

Tempat baru untuk sains dan penemuan ilmiah bagi UEA

Menteri UEA untuk pendidikan publik dan teknologi canggih, Sarah al-Amiri, mengatakan misi panjang itu “memberi kami tempat baru untuk sains dan penemuan ilmiah bagi negara”.

“Kami tidak ingin hanya pergi ke luar angkasa dan kemudian tidak melakukan banyak hal di sana atau tidak memberikan dampak,” kata Direktur Jenderal pusat luar angkasa UEA di Dubai, Salem al-Marri.

UEA sudah memiliki pesawat ruang angkasa yang mengorbit Mars, dan sebuah mini rover menumpang ke Bulan dengan pendarat Jepang.

Dua astronot UEA baru sedang berlatih dengan pilihan astronot terbaru NASA di Houston.

Pangeran Saudi Sultan bin Salman adalah orang Arab pertama di luar angkasa, yang meluncurkan pesawat ulang-alik Discovery pada tahun 1985.

Baca juga: SpaceX Tempatkan 40 Satelit Berbasis Ruang Angkasa OneWeb ke Orbit

Al-Neyadi akan bergabung musim semi ini dengan dua astronot Saudi yang pergi ke stasiun luar angkasa dengan penerbangan singkat SpaceX pribadi yang dibayar oleh pemerintah mereka.

“Ini akan sangat menarik, sangat menarik” memiliki tiga orang Arab di luar angkasa sekaligus, katanya minggu lalu.

“Wilayah kami juga haus untuk belajar lebih banyak.”

Bawa kurma ke luar angkasa

Dia mengambil banyak kurma untuk dibagikan dengan rekan-rekannya, terutama selama Ramadhan, bulan suci umat Islam yang dimulai bulan ini.

Adapun menjalankan puasa Ramadhan di orbit, katanya puasa tidak wajib karena bisa membuatnya lemah dan membahayakan misinya.

Bowen, pemimpin kru, mengatakan keempatnya telah menyatu dengan baik sebagai satu tim meskipun ada perbedaan di antara negara mereka.

Bahkan dengan ketegangan perang di Ukraina, AS dan Rusia terus bekerja sama di stasiun luar angkasa dan bertukar kursi di sana.

“Sungguh luar biasa memiliki kesempatan untuk terbang bersama orang-orang ini,” kata Bowen.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved