Konflik Rusia Vs Ukraina
Kanselir Jerman Ultimatum China: Jangan Ikut Campur Konflik Ukraina
Pernyataan ini ia sampaikan saat ditanya apakah Jerman akan memberikan sanksi kepada mitra dagang terbesarnya, China.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Malvyandie Haryadi
Pada pekan lalu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan bahwa AS menjajakan 'informasi palsu tentang senjata' dan memberi sanksi kepada perusahaan-perusahaan China 'tanpa alasan', menggambarkan ini sebagai hal yang 'munafik' dan 'tindakan intimidasi yang mencolok'.
"AS telah memicu api di Ukraina dengan 'menuangkan senjata ke satu sisi konflik, sehingga memperpanjang pertarungan dan membuat perdamaian sulit untuk dipahami'," pungkas Mao.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kanselir-jerman-olaf-scholz-2022.jpg)