Senin, 13 April 2026

Presiden Iran Ebrahim Raisi Temui Jokowi di Istana Bogor Hari Ini

Jokowi dijadwalkan menerima kunjungan Presiden Iran Seyyed Ebrahim Raisi di Istana Kepresidenan Bogor pada hari ini, Selasa (23/5/2023).

Editor: Hasanudin Aco
AFP
Presiden Iran Ebrahim Raisi berpidato di Teheran, Senin (3/1/2022) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Presiden Jokowi dijadwalkan menerima kunjungan Presiden Iran Seyyed Ebrahim Raisi di Istana Kepresidenan Bogor pada hari ini, Selasa (23/5/2023).

Ebrahim Raisi akan mengunjungi Indonesia selama dua hari mulai hari ini, Selasa (23/5/2023) hingga Rabu (24/5/2023).

Presiden Iran Seyyed Ebrahim Raisi akan berada di Indonesia didampingi oleh Ibu Negara Jamileh Alamolhoda.

Di Jakarta, Presiden Raisi dijadwalkan akan meletakkan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, di Jakarta sebelum melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada hari Selasa, 23 Mei 2023.

Selanjutnya, Presiden Raisi juga diagendakan pertemuan dengan Ketua DPR RI dan Ketua MPR RI serta berkunjung ke Masjid Istiqlal.

Dalam kunjungan ini akan disepakati beberapa perjanjian yang penting dalam pemajuan hubungan bilateral RI Iran.

Baca juga: Tingkatkan Volume dan Nilai Transaksi Perdagangan, RI dan Iran Akan Tandatangani Perjanjian PTA

Antara lain PTA dan beberapa MoU terutama di bidang ekonomi dan juga penanganan narkotika.

Pejabat yang akan mendamping Presiden Iran  antara lain Wakil Presiden Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Menteri Luar Negeri, Menteri Informasi dan Teknologi Komunikasi, Menteri Perminyakan serta sejumlah Wakil Menteri dan Pimpinan lembaga pemerintah.

Profil Singkat Ebrahim Raisi

Ebrahim Raisi terpilih jadi presiden Iran pada 2021 lalu  menggantikan Hassan Rouhani yang telah menjabat selama dua periode berturut-turut.

Ebrahim Raisi sebelumnya menjabat sebagai hakim agung Iran.

Seperti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Raisi mengenakan sorban hitam, menunjukkan bahwa dia adalah seorang sayyid, keturunan Nabi Muhammad.

Ulama berusia 60 tahun itu dibesarkan di timur laut kota Mashhad, sebuah pusat keagamaan penting bagi Muslim Syiah di mana Imam Reza, imam Syiah kedelapan, dimakamkan.

Pendidikannya menjadi bahan perdebatan, dimana dia mengatakan memegang gelar doktor di bidang hukum dan menyangkal hanya memiliki enam kelas pendidikan formal.

Setelah revolusi Islam 1979, Raisi bergabung dengan kantor kejaksaan di Masjed Soleyman di barat daya Iran dan kemudian menjadi jaksa untuk beberapa yurisdiksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved