Sabtu, 30 Mei 2026
Deutsche Welle

Mengapa Patung-Patung Nazi-Hitler Masih Dipamerkan di Jerman?

Hitler menugaskan penyelesaian ribuan karya seni, seringkali untuk melambangkan kekuatan rezim Nazi. Sekarang dua patung kuda akan…

Tayang:

Artis Nazi Josef Thorak menciptakan dua patung kuda perunggu yang diberi judul "Schreitende Pferde" (Kuda Melangkah).

Kini patung-patung tersebut akan ditampilkan kembali untuk pertama kalinya di Zitadelle Spandau, sebuah bekas benteng era Renaisans di Berlin yang sekarang dijadikan museum.

Salah satu kuda telah dipajang di sana selama beberapa waktu, dan yang kedua sedang diperiksa oleh ahli renovasi patung.

Kedua patung perunggu itu rencananya akan ditampilkan pada 10 September 2023, dan akan dipajang secara permanen bersama dengan karya seni Nazi lainnya.

Ditugaskan oleh Adolf Hitler pada puncak kekuasaannya, kembaran kolosal "Kuda Melangkah" telah berdiri di taman pusat pemerintahan Hitler dari tahun 1939 hingga 1943.

Mereka adalah bagian dari ribuan karya perunggu yang dibuat untuk rezim Nazi dalam usahanya untuk mengubah Berlin menjadi ibukota global kekaisaran "Germania."

Josef Thorak lahir di Wina, Austria, tahun 1889 dan bersekolah di Akademi Seni Wina, kemudian pindah ke Akademi Seni Berlin pada tahun 1915.

Setelah menyelesaikan studinya, dia berkarir dan menjadi terkenal sebagai pematung karya-karya monumental.

Gayanya yang monumental menarik perhatian banyak pihak, termasuk rezim Nazi di Jerman. Dia dikenal secara internasional ketika mengerjakan, antara lain, Monumen Keamanan di Ankara, Turki, tahun 1934.

Sejak 1937,Josef Thorak menjadi salah satu pematung pilihan Nazi dan ditugaskan untuk membuat patung-patung propaganda yang tak terhitung jumlahnya, yang menekankan kekuatan dan kejayaan Hitler dan Nazi.

Hitler dan rezim Nazi telah memburu dan menganiaya seniman Yahudi, dan mengkategorikan karya-karya modern mereka sebagai "Entartete Kunst" (Seni Murahan).

Selain itu, Nazi juga menjarah koleksi para kolektor Yahudi. Untuk bergabung dengan Nazi, Josef Thorak menceraikan istri Yahudinya dan menerima posisi bergengsi di Akademi Seni Rupa di München. Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, dia masih berkarya sampai kematiannya tahun 1952.

Mengapa memajang lagi patung Nazi?

"Kuda Melangkah" baru ditemukan kembali tahun 2015 setelah penggerebekan spektakuler di jaringan perdagangan gelap karya-karya seni mahal.

Polisi ketika itu mengamankan patung kuda Josef Thorak dan patung-patung karya Fritz Klimsch dan Arno Breker, dua seniman favorit Hitler lainnya.

Karya-karya itu diperjualbelikan di pasar gelap, karena di Jerman karya-karya seni Nazi masih dianggap barang tabu di pasar resmi.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved