Sabtu, 25 April 2026
Deutsche Welle

Perubahan Iklim Perparah Krisis Lingkungan di India

Hujan deras datangkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa bagian India, menyebabkan kematian dan kehancuran. Perubahan iklim…

"Asia Selatan menjadi contoh perubahan iklim," kata Koll. "Seluruh wilayah, bukan hanya India, menyaksikan tren yang jelas dalam peningkatan terjadinya gelombang panas, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan topan. Ini sudah memengaruhi ketahanan pangan, air, dan energi di wilayah tersebut."

Hujan lebat turun tanpa henti tidak lama setelah gelombang panas yang menyebabkan suhu melonjak hingga 45 derajat Celcius di sebagian besar India.

Meskipun bulan-bulan musim panas yakni April hingga Juni selalu panas di India, suhu menjadi lebih intens dalam dekade terakhir. Selain itu, sekitar 80% penduduk tinggal di daerah yang sangat rentan terhadap bencana seperti gelombang panas atau banjir parah.

Apa yang perlu dilakukan?

Sebagai bagian dari upaya memperlambat perubahan iklim India, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi telah berjanji untuk memangkas emisi gas rumah kaca negara tersebut menjadi nol pada tahun 2070.

Namun, dengan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, para ahli mengatakan pemerintah juga perlu fokus pada langkah-langkah adaptasi.

"Lebih banyak yang harus dilakukan untuk adaptasi iklim guna mencegah kerugian ekonomi dan kerawanan pangan," kata Sunita Narain, direktur Pusat Sains dan Lingkungan kepada DW.

"Kita perlu mempelajari kembali strategi pengelolaan tanah dan air," kata Narain. "Pertanyaan yang diperdebatkan adalah: Seberapa cepat kita bisa belajar dalam dunia dengan variabel iklim?" kata Narain. "Jawabannya akan menentukan masa depan kita. Peluang untuk mengatasi krisis sudah tertutup." (ae/hp)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved