Konflik Rusia Vs Ukraina
AS akan Kirim Drone Black Hornet Mini ke Ukraina untuk Mengintai Rusia
Amerika Serikat akan kirim drone Black Hornet berukuran kecil ke Ukraina untuk mengintai Rusia. Sekutu Barat lain juga pernah mengirimnya ke Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengirim drone Black Hornet berukuran kecil untuk kepentingan Ukraina dalam memata-matai Rusia.
Drone Black Hornet termasuk dalam paket bantuan baru senilai sekitar US$400 juta.
Black Hornet adalah drone nano kecil yang digunakan terutama untuk pengumpulan intelijen.
Ukraina juga pernah menerimanya dari sekutu Barat lainnya.
Selain itu, paket tersebut juga akan mencakup berbagai jenis amunisi, termasuk rudal untuk sistem pertahanan udara HIMARS dan NASAMS, serta amunisi artileri.
"Rakyat Ukraina terus dengan berani membela negara mereka melawan agresi Rusia sementara Rusia melanjutkan serangan tanpa henti dan kejam yang membunuh warga sipil Ukraina dan menghancurkan infrastruktur sipil," kata Antony Blinken, Menteri Luar Negeri AS, dikutip dari Departemen Pertahanan AS, Selasa (25/7/2023).
Baca juga: Rusia Klaim Berhasil Rebut Sejumlah Wilayah Ukraina setelah Bombardir Odesa
AS juga akan mengirimkan sistem rudal anti-tank Javelin dan MANPADS Stinger.
Paket itu juga akan mencakup 32 kendaraan tempur lapis baja Stryker, peralatan pembersihan ranjau, rudal Hydra-70, mortir, dan jutaan amunisi senjata kecil, seperti diberitakan Ukrainska Pravda.
Senjata-senjata ini disediakan melalui Presidential Drawdown Authority (PDA).
PDA memberi wewenang kepada Presiden AS untuk segera mentransfer barang dan jasa dari saham AS tanpa persetujuan kongres selama keadaan darurat.
Senjata yang akan dikirim tersebut akan berasal dari persediaan berlebih AS.
Sehingga, Pentagon dapat dengan cepat mengambil barang-barang dari stoknya sendiri dan mengirimkannya ke Ukraina, biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa hari.
Baca juga: Washington: Jet Tempur Rusia Serang Drone AS dengan Suar di Suriah
Pengiriman bantuan drone nano Black Hornet ini adalah yang pertama kalinya bagi AS.
Antony Blinken memastikan AS akan terus memberi bantuan pada Ukraina selama Rusia masih melakukan invasi di sana.
“Rusia dapat mengakhiri perang ini kapan saja dengan menarik pasukannya dari Ukraina dan menghentikan serangan brutalnya terhadap kota dan rakyat Ukraina. Sampai itu terjadi, Amerika Serikat dan sekutu serta mitra kami akan tetap bersatu dengan Ukraina, selama diperlukan,” kata Antony Blinken, dikutip dari TVP World.
Baca juga: Ukraina Akui Rusia Unggul dalam Perang, Ladang Ranjau dan Kurang Senjata Jadi Halangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/drone-black-hornet-as-untuk-ukraina-untuk-mengintai-rusia-j3f.jpg)