Iran Vs Amerika Memanas
AS Mau Blokade Selat Hormuz, Intelijen AS: Iran Masih Punya Cukup Persediaan Rudal
Stok persenjataan Iran ini tetap memadai meskipun ada serangan dari Washington dan Tel Aviv yang menargetkan persenjataannya.
AS Mau Blokade Selat Hormuz, Intelijen AS: Iran Masih Punya Cukup Persediaan Rudal
TRIBUNNEWS.COM - Para pejabat Amerika Serikat (AS), Sabtu (11/3/2026) mengatakan kalau hasil assessment (penilaian) intelijen menunjukkan kalau Iran masih memiliki ribuan rudal balistik.
Stok persenjataan Iran ini tetap memadai meskipun ada serangan dari Washington dan Tel Aviv yang menargetkan persenjataannya.
Baca juga: Media Israel: Trump Menyerah! Iran Menang Telak, Hizbullah Lebanon Bangkit Lebih Kuat
Penilaian intelijen ini menimbulkan kekhawatiran AS dan sekutunya tentang kemampuan Teheran untuk membangun kembali kekuatan militernya dan melanjutkan serangan di kawasan tersebut.
Menurut Wall Street Journal, penilaian intelijen menunjukkan kalau Iran dapat menggunakan rudal-rudal ini dengan mengambil landasan peluncuran dari lokasi penyimpanan bawah tanah.
"Momen ini terjadi pada saat Amerika Serikat berupaya untuk menetapkan gencatan senjata, membuka sepenuhnya Selat Hormuz, dan mencegah serangan lebih lanjut terhadap Iran, pasukan AS, dan negara-negara di kawasan tersebut," kata laporan itu seperti dikutip dari Khbern, Senin (13/4/2026).
Beberapa pejabat AS telah menyatakan kekhawatiran kalau Iran mungkin menggunakan periode gencatan senjata dengan Amerika Serikat untuk membangun kembali sebagian persenjataan misilnya.
Situasi ini berbeda dari klaim Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan awal pekan ini kalau program rudal Iran telah "hampir hancur," dan bahwa platform peluncuran dan rudalnya telah "dikurangi, dihancurkan, dan hampir tidak efektif."
Penilaian intelijen AS menunjukkan bahwa Iran mampu membangun kembali sebagian kekuatan misilnya.
Para pejabat AS mengatakan, lebih dari setengah landasan peluncuran Iran telah hancur, rusak, atau digantung di bawah tanah, tetapi banyak landasan yang tersisa dapat diperbaiki atau diekstraksi dari kompleks bawah tanah.
Para pejabat Amerika dan Israel menambahkan kalau persediaan rudal Iran berkurang setengahnya selama perang, tetapi negara itu masih menyimpan ribuan rudal balistik jarak pendek dan menengah yang dapat diambil dari fasilitas penyimpanannya atau diambil dari lokasi bawah tanah.
Para pejabat AS mencatat kalau Iran sekarang memiliki kurang dari 50 persen drone serangan satu arah (kamikaze) yang dimilikinya pada awal perang, sebagai akibat dari penggunaannya selama pertempuran dan penargetan situs produksi senjata oleh AS dan Israel.
Mereka menunjukkan, Teheran dapat memperoleh sistem serupa dari Rusia untuk digunakan melawan negara-negara di kawasan tersebut.
Para pejabat menambahkan, Iran juga masih memiliki persediaan rudal jelajah dalam jumlah terbatas, yang dapat digunakan untuk menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz atau pasukan AS jika negosiasi gagal.
Hal ini terkait rencana AS ingin memblokade Selat Hormuz bagi kapal dari dan menuju Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KENA-RUDAL-IRAN-Asap-mengepul-dari-kompleks-kilang-minyak-Haifa.jpg)