Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina Jatuhkan 65 Rudal dan 178 Drone Rusia, Zelensky Puji Sistem Pertahanan Udara AS dan Jerman
Zelensky memberi pujian setelah Ukraina menembak jatuh sebagian besar serangan Rusia selama seminggu terakhir.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memuji sistem pertahanan udara yang disediakan oleh Amerika Serikat (AS) dan Jerman, Minggu (6/8/2023).
Presiden Zelensky mengatakan, sistem pertahanan udara canggih, termasuk Patriot buatan AS dan IRIS-T buatan Jerman, telah terbukti sangat efektif dan memberikan hasil yang signifikan.
Pujian Volodymyr Zelensky ini setelah Ukraina menembak jatuh sebagian besar serangan Rusia selama seminggu terakhir.
Ukraina dikabarkan menembak jatuh 65 rudal dari berbagai jenis dan 178 drone, termasuk 87 Shahed buatan Iran.
Militer Ukraina mengatakan Rusia telah meluncurkan 30 rudal dan 48 serangan udara.
"Sayangnya, ada korban jiwa dan luka-luka di antara penduduk sipil."
"Bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil lainnya rusak," ujar perwakilan militer dalam sebuah pernyataan, Minggu, dilansir VOI.
Baca juga: Kritik KTT Arab Saudi, Rusia: Perang Berakhir jika Ukraina Hentikan Serangan dan Harus Netral
Namun, Rusia membantah dengan sengaja menargetkan warga sipil atau rumah sakit militer dalam invasi besar-besaran ke Ukraina.
Di sisi lain, Rusia melaporkan telah menembak jatuh pesawat tak berawak yang menuju Moskow dalam serangan ketiganya dalam seminggu terakhir.
Serangan Rudal Rusia Hantam Perusahaan Aeronautika
Pada Sabtu (5/8/2023), serangan misil Rusia menghantam fasilitas kelompok aeronautika Ukraina Motor Sich.
Motor Sich merupakan satu dari beberapa perusahaan yang diminta oleh pemerintah Ukraina sejak invasi Rusia.
“Hari ini ada serangan rudal Rusia lainnya terhadap negara kami. Kinzhals, kaliber."
"Mereka menabrak Motor Sich di dekat Khmelnytskyi di Ukraina barat, sekitar 300 kilometer (190 mil) barat daya Kyiv," ungkap Zelensky dalam pidatonya, Sabtu, dikutip dari Arab News.
Baca juga: Serangan Balasan Ukraina ke Rusia Mandek Gegara Semak Belukar, Militer Inggris Diketawain Ex-CIA
Zelensky mengatakan serangan itu termasuk senjata hipersonik Kinzhal Rusia, yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan udara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelensky-757.jpg)