Peneliti Amerika Terjebak di Kedalaman Gua di Turki, Ini yang Perlu Diketahui
Operasi penyelamatan besar-besaran dilakukan untuk menarik keluar seorang peneliti AS yang terjebak di dalam gua di Turki.
Selama seminggu berikutnya, tim dari Bulgaria, Italia, Kroasia, Polandia dan Turki bergabung dalam upaya penyelamatan.
Mereka memasang sambungan telepon, memasang sistem tali di dalam gua dan membangun kamp bawah tanah.
Kelompok internasional yang bersiaga semakin bertambah, kata ECRA.
Dalam video yang direkam dari dalam gua dan diperoleh Reuters, Dickey mengatakan dia merasa sadar dan bisa berbicara, tapi "bagian dalamnya belum sembuh."
Dia juga berterima kasih kepada tim penyelamat dan pemerintah Turki atas respons cepat mereka.
“Dunia penjelajahan gua adalah kelompok yang sangat erat dan sungguh menakjubkan melihat berapa banyak orang yang merespons di permukaan,” katanya.
“Respon cepat pemerintah Turki dalam mendapatkan pasokan medis yang saya butuhkan, menurut pendapat saya, menyelamatkan hidup saya."
"Saya hampir berada di ambang bahaya.”
Bagaimana langkah selanjutnya?
Hingga Jumat (8/9/2023), tim penyelamat sedang mempersiapkan jalan keluar untuk kembali ke pintu masuk gua.
Jalur gua dibagi menjadi tujuh bagian, dengan berbagai tim bertanggung jawab untuk menempuh sekitar 600 kaki (182 meter) jalur tersebut.
Rencananya adalah dengan hati-hati membawa Dickey sekitar 1.000 kaki (300 meter) lebih dekat ke pintu masuk gua selama beberapa hari ke depan, kata Cave Rescue Bulgaria.
Dokter juga berupaya menstabilkan kesehatan Dickey untuk mencegah komplikasi selama pengangkutan.
Penyelamatan serupa di Jerman pada tahun 2014 membutuhkan waktu hampir dua minggu untuk diselesaikan.
Pada saat itu, lebih dari 700 orang terlibat dalam penyelamatan penjelajah gua Jerman yang terluka.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penjelajah-gua-as-mark-dickey.jpg)