Sabtu, 30 Mei 2026

Buruh migran Thailand, Nepal, dan negara lainnya tewas dan disandera dalam serangan di Israel

Buruh migran dari berbagai negara tewas dan ada yang disandera dalam serangan kelompok milisi Hamas di Israel.

Tayang:
BBC Indonesia
Buruh migran Thailand, Nepal, dan negara lainnya tewas dan disandera dalam serangan di Israel 

Sebanyak 12 warga Thailand tewas dan 11 lainnya diculik Hamas, kelompok milisi yang meluncurkan serangan besar-besaran dari Gaza ke Israel.

Sementara itu, delapan warga Thailand dilaporkan terluka dalam insiden yang terjadi sejak Sabtu (07/10) lalu, kata Kementerian Luar Negeri Thailand.

Dalam keterangannya, pihak Kemenlu Thailand menyatakan telah mempersiapkan pesawat angkatan udara untuk mengangkut warganya kembali ke Thailand.

Setidaknya 30.000 warga Thailand di Israel bekerja di bidang pertanian, yang kebanyakan lokasinya berada di perbatasan Gaza.

Selain Thailand, pemerintah Nepal mengatakan sebanyak 10 warganya tewas akibat serangan Hamas.

Negara lain yang melaporkan warganya tewas, diculik, atau hilang dalam rangkaian aksi kekerasan di Israel adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Menteri Tenaga Kerja Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa sekitar 5.000 warganya yang menjadi buruh migran di Israel berada di wilayah pertempuran. Namun, pasukan Israel mulai memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman.

Phiphat menambahkan, bahwa 1.099 buruh migran telah terdaftar untuk kembali ke Thailand.

Para buruh migran peternakan di Mivtahim, kota dekat Jalur Gaza, menuturkan bagaimana kelompok milisi Hamas menyerbu tempat mereka bekerja setelah roket-roket ditembakkan pada Sabtu (07/10) dini hari.

"Milisi Hamas menembakkan dulu sebuah roket, kemudan mereka menyerbu peternakan kami. Saya berlari, dan sembunyi di kamar tidur," kata Udomporn Champahom kepada BBC.

Udomporn kemudian diselamatkan pasukan Israel.

Kata dia, seorang warga Thailand yang bersamanya saat ini sedang tahap pemulihan akibat luka tembak "sebesar tutup botol" di kakinya.

Buruh migran Thailand lainnya mengatakan kepada BBC: "Saya berlari dan merangkak ke kolong sebuah truk, kemudian personel Hamas menarik saya keluar dan menodongkan pistol ke arah saya dari jarak dekat, sebelum menembak ke bawah."

Buruh migran yang menolak disebutkan namanya itu, kemudian berhasil melarikan diri.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved