Konflik Palestina Vs Israel
Perlintasan Rafah Akhirnya Dibuka, 20 Truk Bantuan Memasuki Gaza, tapi Tidak Termasuk Bahan Bakar
20 truk bantuan memasuki Gaza dari Mesir, membawa makanan dan obat-obatan, tetapi tak ada bantuan bahan bakar.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Beberapa rumah sakit saat ini benar-benar tidak dapat beroperasi sementara rumah sakit lainnya kehabisan pasokan bahan bakar dan terpaksa menutup departemen kesehatan utama.
Tanpa bahan bakar, ribuan pasien termasuk bayi baru lahir yang berada di inkubator akan menghadapi risiko besar.
Dokter mengatakan banyak pasien, seperti pasien ginjal dan kanker, sudah berada di garis antara hidup dan mati.
“Bahan bakar sangatlah penting,”ujar Juliette Touma, direktur komunikasi di UNRWA, kepada Al Jazeera.
“Bahan bakar harus masuk. Jika kita diharapkan dan ingin terus memberikan bantuan kepada masyarakat, kita membutuhkan bahan bakar.”
Bagaikan setetes air di lautan
Selama dua minggu, Israel telah memblokade Jalur Gaza dan melancarkan gelombang serangan udara terus menerus.
James Bays dari Al Jazeera mengatakan bahwa meskipun pembukaan penyeberangan Rafah “penting”, para ahli mengatakan bahwa bantuan yang dibutuhkan jauh lebih banyak lagi.
“Saya harus mengatakan, 20 truk benar-benar bagaikan setetes air di lautan, mengingat Gaza biasanya menerima sekitar 100 truk bantuan setiap hari bahkan sebelum konflik,” katanya.
Banyak orang di Gaza, yang hanya makan satu kali sehari dan tidak memiliki cukup air untuk minum, sangat menantikan bantuan.

Baca juga: Presiden Palestina Tolak Panggilan Telepon Joe Biden Seusai Rumah Sakit Gaza Dibom
Pekerja rumah sakit juga sangat membutuhkan pasokan medis dan bahan bakar untuk generator saat mereka merawat ribuan orang yang terluka dalam pemboman tersebut.
Cindy McCain, direktur eksekutif Program Pangan Dunia, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 20 truk bantuan tidaklah cukup.
“Situasi di Gaza sangat buruk. Tidak hanya tidak ada makanan, tidak ada air, listrik, atau bahan bakar."
"Dan kombinasi tersebut tidak hanya menimbulkan bencana tetapi juga dapat menyebabkan lebih banyak kelaparan dan penyakit."
“Kita harus mendatangkan lebih banyak truk.”
Israel telah menutup wilayah Gaza, memaksa warga Palestina untuk menjatah makanan dan bahkan minum air kotor dari sumur.
Rumah sakit mengatakan mereka kehabisan obat-obatan dan bahan bakar untuk generator darurat di tengah pemadaman listrik di seluruh wilayah.
Sementara itu, kantor media Hamas mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu yang mengatakan bahwa bantuan yang diharapkan tidak akan mengubah kondisi medis yang sangat buruk di Gaza.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.