Minggu, 12 April 2026

Berjalan mundur ternyata baik untuk kesehatan fisik dan otak

Menurut penelitian, berjalan mundur punya manfaat tak terduga bagi kesehatan fisik dan otak, seperti yang baru-baru ini dipelajari…

BBC Indonesia
Berjalan mundur ternyata baik untuk kesehatan fisik dan otak 

Dalam sebuah taruhan untuk memenangkan US$20.000 (sekitar Rp80 juta untuk saat itu), seorang pemilik toko cerutu bernama Patrick Harmon memulai tantangan aneh pada musim panas 1915.

Pria berusia 50 tahun itu berjalan mundur dari San Francisco ke New York.

Dengan bantuan seorang teman dan kaca spion kecil yang ditempelkan di dadanya untuk membantu melihat arah, Harmon menempuh perjalanan dengan berjalan mundur sejauh 6.300 km dalam 290 hari.

Harmon mengatakan perjalanan itu membuat pergelangan kakinya begitu kuat, sehingga "perlu dipukul palu kalau mau membuat pergelangan kakinya terkilir".

Mungkin dia ada benarnya.

Menurut penelitian, berjalan mundur punya manfaat tak terduga bagi kesehatan fisik dan otak, seperti yang baru-baru ini dipelajari Michael Mosley dalam episode terbaru podcast BBC dan acara Radio 4 Just One Thing.

Jalan retro, sebutan berjalan mundur di kalangan akademisi, memiliki sejarah yang kaya.

Sejak awal abad ke-19 ada laporan tentang orang-orang yang berjalan mundur sepanjang ratusan hingga ribuan kilometer. Banyak di antaranya karena taruhan, dan sisanya adalah upaya untuk memecahkan rekor.

Karena perbedaan biomekanik, berjalan mundur sebenarnya memang bisa memberi manfaat fisik.

Jalan mundur sering digunakan dalam fisioterapi untuk meredakan sakit punggung, masalah lutut dan arthritis. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa berjalan mundur punya berdampak positif terhadap kemampuan kognitif seperti memori, waktu reaksi, dan keterampilan memecahkan masalah.

Praktik berjalan mundur untuk tujuan kesehatan diperkirakan berasal dari China kuno. Baru-baru ini para ilmuwan di AS dan Eropa menelitinya sebagai cara untuk meningkatkan performa olahraga dan membangun kekuatan otot.

Janet Dufek, pakar biomekanik di Universitas Nevada di AS, telah meneliti gerak mundur selama lebih dari 20 tahun. Dia dan rekan-rekannya menemukan bahwa berjalan mundur 10-15 menit per hari selama periode empat minggu meningkatkan fleksibilitas hamstring dari 10 siswi yang sehat.

Berjalan mundur juga dapat memperkuat otot-otot di punggung yang penting untuk stabilitas dan fleksibilitas tulang belakang.

Dan dalam penelitian lain yang dipimpin oleh Dufek, kelompok yang terdiri dari lima atlet melaporkan penurunan nyeri punggung bawah setelah berjalan mundur dalam waktu tertentu.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved