Sabtu, 30 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Mati-matian Bela Israel dan Ukraina, AS Pusing Rasakan Dampaknya: Kehabisan Mesiu dan Uang

AS dilaporkan kehabisan bubuk mesiu setelah mati-matian membela Israel dan Palestina.

Tayang:
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Presiden AS Joe Biden berpidato saat perayaan Hanukkah di Gedung Putih, Senin, (11/12/2023). AS dikabarkan kehabisan persediaan bubuk mesiu. 

Presiden AS Joe Biden sudah meminta adanya tambahan bantuan senilai $61,4 miliar untuk Ukraina.

Jumlah itu adalah sebagian dari paket bantuan yang juga termasuk bantuan militer untuk Israel dan Taiwan.

Namun, paket bantuan itu belum disetujui oleh DPR AS karena fraksi Partai Republik menentangnya,

Hasil jajak pendapat bulan ini memperlihatkan bahwa 48 persen responden meyakini bahwa AS sudah terlalu banyak mengirim bantuan ke Ukraina.

AS juga kehabisan uang

Pemerintah AS juga mengaku kehabisan uang untuk membantu Ukraina yang kini berperang melawan Rusia.

“Kita kehabisan uang dan sebentar lagi kehabisan waktu untuk membantu Ukraina,” tulis Direktur Anggaran Gedung Putih, Shalanda Young, dalam suratnya kepada Ketua DPR AS Mike Johnson, dikutip dari Euro News.

“Jika Parlemen tidak bertindak, pada akhir tahun ini kita akan kehabisan sumber daya untuk mengirimkan lebih banyak senjata dan peralatan ke Ukraina dan memasok material dari gudang militer AS,” kata dia menambakan.

Baca juga: Serangan Militer Israel di Gaza Telah Menewaskan Lebih dari 18.200 Orang dan Lukai 49.645 Orang

Sementara itu, dalam konferensi pers, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan Parlemen AS harus segera menentukan pilihan.

“Parlemen harus memutuskan apakah akan terus mendukung perjuangan demi kemerdekaan di Ukraina atau mengabaikan pelajaran yang telah kita pelajari dari sejarah dan mengizinkan [Presiden Rusia Vladimir] Putin menang,” kata Sullivan.

Surat dari Young itu dikirim saat Ukraina sedang mengalami masa-masa sulit. Serangan balik Ukraina gagal membuahkan hasil yang siginifikan.

Di sisi lain, Rusia telah melancarkan sejumlah serangan yang menekan Ukraina.

“Tak ada dana ajaib yang tersedia untuk mengatasi situasi darurat ini. Kita kehabisa uang dan segera kehabisan waktu,” tulis Young.

Presiden AS Joe Biden pada tanggal 20 Oktober lalu telah meminta DPR untuk menyetujui bantuan sebesar lebih dari $100 miliar.

Baca juga: Stok Senjata Mulai Menipis, Ukraina Minta Amerika Kirimkan F-18 dan Rudal ATACMS untuk Hadapi Rusia

Bantuan itu digunakan untuk mengatasi situasi darurat internasional, misalnya membantu Israel dan Ukraina serta menghadapi Tiongkok.

Sebanyak $60 miliar dari bantuan itu ditujukan untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

(Tribunnews/Febri)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved