Konflik Palestina Vs Israel
Zara Menarik Kampanye Iklan yang Kontroversial Setelah Mereka Menghadapi Seruan Boikot
Menghadapi seruan boikot, Zara akhirnya menarik kampanye iklan kontroversial mereka yang mengingatkan pembantaian oleh Israel di Gaza.
Zara Menarik Kampanye Iklan yang Kontroversial Setelah Menghadapi Seruan Boikot
TRIBUNNEWS.COM- Menghadapi seruan boikot, Zara akhirnya menarik kampanye iklan kontroversial mereka yang mengingatkan pembantaian oleh Israel di Gaza.
Aktivis Palestina mengatakan foto-foto dalam kampanye iklan jaringan fast fashion tersebut mirip dengan gambar dari Jalur Gaza yang sedang terkepung.
Perusahaan yang bergerak di bidang fashion dari Spanyol Zara mengubah gambar kontroversial di situsnya pada hari Senin.
Setelah mereka menghadapi seruan dari aktivis pro Palestina untuk memboikot merek fast fashion populer tersebut.
Baca juga: ZARA Terancam Kena Boikot Buntut Iklan Genosida Palestina, Warganet : Tak Manusiawi
Sebelumnya diboikot, Zara sempat menampilkan gambar-gambar untuk kampanye Atelier di situsnya yang menurut beberapa aktivis pro-Palestina terinspirasi oleh kehancuran Jalur Gaza sejak 7 Oktober, yang menewaskan lebih dari 18.000 orang, sebagian besar mereka wanita dan anak-anak.
Dalam salah satu gambar, seorang model berpenampilan sedih sedang menggendong sesosok manusia berbalut kain putih di bahunya, mengingatkan pada kain kafan putih yang digunakan untuk menutupi orang mati. Di belakangnya, bongkahan plester terlepas dari dinding.
Gambar lain menunjukkan boneka-bonekanya hilang anggota tubuhnya.
Para aktivis, yang terkejut dengan kemiripan foto-foto tersebut dengan situasi kacau di Gaza di mana orang-orang harus membawa mayat, membanjiri media sosial Zara dengan ribuan pesan yang menyerukan boikot.
Akhirnya BoycottZara pun menjadi trending di platform media sosial X.
Baca juga: Viral Foto Iklan Koleksi Terbaru ZARA Picu Kontroversi, Pengguna Media Sosial Serukan Boikot
“Saya sudah lama menjadi pelanggan setia pakaian dan parfum. Tidak lagi. Kampanye (Iklan) yang sangat tidak menyenangkan. Saya tidak bisa sejalan dengan perusahaan yang tidak memiliki pedoman moral,” tulis pengguna ms_diannac.
“Jadi tidak peka memahami situasi. Atau lebih buruk lagi, sengaja merayakan genosida,” tulis pengguna Instagram lainnya.
Media lain melaporkan bahwa Zara mengklaim mereka sudah merencanakan akan melakukan pemotretan itu sebelum 7 Oktober.
Di media sosial, beberapa gambar kampanye tetap ada, seperti diambil di studio artis.
Baca juga: Boikot Produk Terafialiasi Israel Disebut Pengusaha Bisa Timbulkan PHK, Serikat Pekerja: Lebay
Menurut Zara, mereka merayakan “komitmen merek terhadap keahlian dan semangat untuk ekspresi artistik.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/brand-fashion-ternama-zara-koleksi-busana-zara-atelier-collection.jpg)