Iran Vs Amerika Memanas
Proposal Perdamaian AS Dianggap Iran Tak Masuk Akal, Teheran Sentil Media Barat Sebagai Propaganda
Iran menganggap proposal perdamaian yang dikirim oleh Amerika Serikat (AS) tak masuk akal. Sebut ada propaganda lewat media Barat.
Ringkasan Berita:
- Ketika sedang menggodok proposal perdamaian yang dikirimkan Amerika Serikat (AS), Iran menyebut draf tersebut tidak masuk akal.
- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan terburu-buru.
- Meski Presiden AS Donald Trump terus menggembar-gemborkan keberhasilan diplomasinya, sumber internal di Teheran membocorkan bahwa draf yang diajukan AS masih jauh dari kata sepakat.
TRIBUNNEWS.COM - Iran secara tegas menyebut proposal perdamaian yang dikirim Amerika Serikat (AS) tidak masuk akal.
Meski begitu, Iran tetap akan menggodok proposal tersebut.
Teheran juga mengecilkan laporan media-media Barat yang mengklaim adanya kesepakatan damai singkat dalam "satu halaman" untuk mengakhiri konflik kedua negara.
Narasi yang dituliskan oleh media-media Barat, kata Iran, hanyalah propaganda untuk menutupi kelemahan militer Washington.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan terburu-buru.
"Kami akan menyampaikan keputusan akhir kepada Pakistan sebagai mediator setelah penilaian kami selesai," ujar Baghaei dalam keterangannya yang dikutip WANA News Agency.
Meski Presiden AS Donald Trump terus menggembar-gemborkan keberhasilan diplomasinya, sumber internal di Teheran membocorkan bahwa draf yang diajukan AS masih jauh dari kata sepakat.
Menurut sumber tersebut, ada banyak pasal atau klausul dalam draf AS yang dianggap tidak masuk akal untuk diterima oleh Iran.
Bahkan, laporan media AS yang menyebutkan kesepakatan akan segera ditandatangani dianggap sebagai upaya distraksi.
Hal ini diduga sengaja dilakukan untuk memberikan alasan bagi Washington melakukan deeskalasi atau pengurangan kekuatan militer di kawasan Teluk tanpa terlihat seperti "mundur karena takut".
Baca juga: Negosiator Utama Bongkar Rencana AS agar Iran Menyerah, Ada Tekanan Ekonomi hingga Manipulasi Media
"Tidak jelas sudah berapa kali Amerika harus membenturkan kepala ke batu (mengalami kegagalan) sebelum mereka sadar akan kenyataan di lapangan," ungkap seorang sumber yang memahami jalannya negosiasi tersebut.
Bagi Iran, proposal satu halaman tersebut tak lebih dari sekadar alat perang psikologis.
Trump Sangat Optimis
Di sisi lain, Trump menyatakan optimisme tinggi terkait peluang kesepakatan damai dengan Iran.
Trump menyebut bahwa pembicaraan selama 24 jam terakhir berjalan "sangat baik" dan memprediksi konflik bersenjata ini akan "berakhir dengan cepat".
"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat bagus. Sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan," ujar Trump, mengutip Al Jazeera.