Sabtu, 11 April 2026
Deutsche Welle

Natal yang Muram di Betlehem Akibat Perang Israel-Hamas

Kota Betlehem yang merupakan tempat kelahiran Yesus Kristus biasanya ramai selama momen Natal. Namun, tahun ini sebagian besar perayaan…

Deutsche Welle
Natal yang Muram di Betlehem Akibat Perang Israel-Hamas 

Gereja Kelahiran Yesus, yang dibangun di atas lokasi yang diyakini tempat Yesus lahir, juga kosong dan sunyi. Tidak ada antrean panjang orang yang menunggu untuk mengunjungi gua sempit di bawahnya, tempat di mana ada bintang perak yang menandai tempat tersebut suci.

Namun, Patriark Latin Yerusalem sempat mengadakan prosesi Natal ke Kota Betlehem pada Minggu (24/12) kemarin malam. Hanya saja, prosesi ini jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kardinal Pierbattista Pizzaballa hanya ditemani oleh beberapa biarawan Fransiskan dan sejumlah umat.

Pizzaballa merupakan perwakilan tertinggi Gereja Katolik di Israel, Yordania, wilayah Palestina dan Siprus.

Sejatinya, sektorpariwisata menyumbang 70% volume ekonomi kota di Tepi Barat itu, yang sebagian besar bersifat musiman dan terkait dengan ziarah Natal. Pemerintah mengaku lebih dari 70 hotel di Betlehem terpaksa harus ditutup, sehingga menyebabkan ribuan orang menganggur.

Dulu Covid-19, kini perang

Pastor Issa Taljieh, yang lahir di Betlehem, telah menjadi paroki gereja untuk komunitas Yahudi Ortodoks selama 12 tahun terakhir. Semasa bertugas, dia mengaku tidak pernah merasakan musim Natal yang begitu menyedihkan.

"Orang-orang berduka dan sedih melihat yang terjadi di Gaza," kata Pastor Issa Taljieh. "Ini adalah kali pertama Gereja Kelahiran, tempat di mana Yesus lahir, saya melihatnya kosong seperti ini. Bahkan, selama Covid-19 saja masih ada warga lokal yang datang dan merayakan Natal bersama kami."

Selama pandemi, turis asing tidak dapat datang ke Betlehem, dan sektor pariwisata yang menjadi tumpuan kota ini terpukul. Sejak serangan 7 Oktober, akses ke Betlehem, yang juga sudah terputus dari Yerusalem oleh tembok pemisah Israel, menjadi semakin sulit. Tentara Israel telah memasang banyak penghalang dan barikade di sejumlah akses jalan. Hal ini membuat jalanan tersebut harus dilalui dengan berjalan kaki, dan mobil hanya diperbolehkan melintas pada waktu tertentu.

(mh/pkp/as)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved