Senin, 13 April 2026
Deutsche Welle

Bisakah Bollywood Mendekatkan Musuh Bebuyutan India dan Pakistan?

Bintang film India, terutama dari Bollywood, memiliki basis penggemar yang besar di Pakistan, meskipun secara politik kedua negara…

Deutsche Welle
Bisakah Bollywood Mendekatkan Musuh Bebuyutan India dan Pakistan? 

Sebelum diputar di bioskop, film-film di Pakistan perlu disetujui oleh dewan provinsi yang menyensor apa pun yang dianggap melanggar nilai-nilai sosial dan budaya negara tersebut.

Sejak tahun 2019, film-film yang diproduksi oleh industri film India berbahasa Hindi, yang berbasis di Mumbai, tidak diizinkan lagi diputar di bioskop Pakistan.

Ketika film laris "Pathaan" yang dibintangi aktor Shah Rukhkhan diputar secara publik pada Januari 2023, badan sensor di Provinsi Sindh di Pakistan selatan menghentikan pemutaran tersebut.

Namun, banyak penonton Pakistan adalah pengikut setia Bollywood dan bintang-bintangnya.

Selain Shahrukh Khan, yang dikenal sebagai "Raja Bollywood," aktor lainnya seperti Aamir Khan, Deepika Padukone, dan Ranbir Kapoor memiliki banyak fans di Pakistan.

Dalam beberapa tahun terakhir, film-film yang diproduksi di bagian selatan India – atau disutradai oleh sutradara yang berasal dari selatan – telah mendapatkan popularitas di Pakistan karena alur ceritanya yang berorientasi pada film action berbasis teknologi.

Yang menambah daya tarik Bollywood adalah bahasa yang ditampilkan dalam film, Hindi. Bahasa Hindi mirip dengan bahasa Urdu, yang merupakan bahasa yang digunakan secara luas di Pakistan.

Selain itu, beberapa artis dan teknisi yang bekerja di Bollywood beragama Islam, dan ini meningkatkan popularitas mereka di mata penonton Pakistan.

Bollywood: Berpengaruh atau tidak?

Meskipun ada ketegangan antara India dan Pakistan, aspek budaya yang serupa antara kedua negara tetap menjadi daya tarik – terutama dalam hal film dan musik.

"Saya mendengar seorang pembawa acara TV berbicara tentang hal ini beberapa hari yang lalu. Dia berpandangan bahwa sebelum tahun 1947, di India yang tidak terpecah, kita membuat film serupa," kata aktor Pakistan Mohib Mirza kepada DW.

"Pahlawan kita juga menyanyikan lagu-lagu di lembah dan di sekitar pepohonan. Tapi menurut saya, tidak bisa dikatakan berpengaruh. Bollywood sendiri tidak orisinal dan sangat dipengaruhi oleh banyak negara lain,” katanya.

"Alasan penonton kita menonton film India adalah cara mereka ‘memasarkan' karya mereka,” tambahnya Mohib Mirza.

Jurnalis Pakistan Ghazi Salahuddin tidak sependapat.

"Bollywood punya pengaruh besar di Pakistan, terutama karena film-filmnya banyak ditonton karena kualitas dan kontennya, sesuatu yang tidak kita miliki,” katanya kepada DW.

"Mereka juga sudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved