Jepang berhasil mendaratkan wahana luar angkasanya secara presisi di Bulan, tetapi mengapa misinya kemungkinan dipersingkat?
Wahana luar angkasa Jepang telah berhasil mendarat secara presisi di Bulan, namun ada masalah dengan panel suryanya sehingga misi…
Wahana, yang membawa kamera infra merah itu, akan menghabiskan dua pekan berikutnya untuk mempelajari geologi lokal.
Sejauh mana penyelidikan ini dapat dicapai dalam waktu yang tersedia, masih belum bisa dipastikan.
Secara statistik, sudah banyak bukti bahwa sangat sulit untuk mendarat di Bulan. Hanya sekitar setengah dari seluruh upaya pendaratan selama ini yang berhasil.
Jaxa memberikan kepercayaannya pada teknologi navigasi baru yang memungkinkan pendaratannya yang tepat.
Komputer di dalam pesawat pendarat menggunakan pemrosesan gambar cepat dan pemetaan kawah guna menghindari bahaya saat mencapai titik pendaratan.
Para ahli menginginkan pendaratan itu berada dalam jarak 100m dari lokasi yang sudah ditargetkan.
Mereka saat ini akan mempelajari data untuk melihat seberapa baik kinerja Slim. Namun dari indikasi awal menunjukkan bahwa teknologi tersebut berfungsi sesuai rancangan awal.
"Melihat data jejak, saya yakin Slim pasti berhasil mendarat tepat dengan akurasi 100m. Tentu saja, seperti yang kami informasikan sebelumnya, diperlukan waktu sekitar satu bulan untuk menganalisis informasi secara akurat," kata Kuninaka.
Slim memulai manuver turun dari ketinggian 15km pada Jumat tengah malam hingga Sabtu (waktu Jepang). Mereka mendarat tepat setelah pukul 15:20 GMT.
Lokasi pendaratan di dekat Kawah Shioli ketika Matahari bersinar terang, namun kegelapan malam Bulan akan kembali ke sana pada akhir bulan ini.
Ketika itu terjadi, suhu akan turun drastis ke tingkat yang dapat merusak papan sirkuit elektronik.
Jaxa telah dua kali mendaratkan wahana-wahana robotnya di sejumlah asteroid, sehingga pendaratan di Bulan ini merupakan hal penting.
Wahana luar angkasa ini akan memainkan peran penting dalam program Artemis milik badan antariksa AS (NASA), yang berupaya mengembalikan manusia ke permukaan bulan setelah jeda selama lebih dari setengah abad.
Tahun lalu, sebuah perusahaan swasta Jepang, iSpace, mencoba melakukan pendaratan. Pesawat Hakuto-R miliknya jatuh ketika komputer di dalamnya kesulitan mendeteksi mengenai ketinggiannya di atas Bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bbc-indonesia_132376497_mediaitem132376496.jpg.jpg)