Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Imbas Penembakan Trump, Pengamanan Kunjungan Raja Charles di AS Diperketat
Sekretaris Utama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Darren Jones, mengonfirmasi bahwa koordinasi intensif sedang berlangsung
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Inggris dan AS melakukan diskusi intensif untuk memperketat pengamanan kunjungan Raja Charles III ke Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Senin (27/4/2026)
- Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden penembakan oleh Cole Thomas Allen (31) di acara WHCA Dinner yang memaksa evakuasi darurat Presiden Donald Trump
- Pelaku diketahui membawa senjata berupa senapan laras panjang (shotgun), pistol, dan pisau, serta sempat melukai satu petugas Secret Service dalam baku tembak
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Inggris dan Amerika Serikat tengah mengadakan diskusi secara mendalam dan intensif guna menjamin keamanan Raja Charles III yang dijadwalkan memulai kunjungan kenegaraannya di AS pada Senin (27/4/2026).
Langkah luar biasa ini diambil hanya berselang kurang dari 24 jam setelah insiden penembakan mencekam di acara makan malam koresponden Gedung Putih (White House Correspondents' Dinner) yang dihadiri Presiden Donald Trump.
Sekretaris Utama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Darren Jones, mengonfirmasi bahwa koordinasi intensif sedang berlangsung antara kedua negara untuk memastikan agenda kerajaan tetap berjalan aman.
"Tim kami bekerja sama secara erat untuk memastikan bahwa pengaturan keamanan ditempatkan secara tepat," ujar Jones kepada mitra penyiaran Inggris, Sky News, Minggu (26/4/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan pengetatan prosedur keamanan pasca-insiden penembakan tersebut, Jones membenarkan adanya diskusi terkait hal tersebut.
"Sudah ada diskusi ekstensif yang berlangsung dan akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan." pungkas Jones.
Kunjungan Raja Charles III sendiri merupakan momen diplomatik penting dalam rangka peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Dengan adanya insiden ini, protokoler keamanan di ibu kota AS kini berada dalam status siaga tinggi.
Baca juga: Pemimpin Dunia Kecam Penembakan di Acara Gedung Putih yang Dihadiri Trump
Kronologi Penembakan di Hotel Hilton
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pria bersenjata terlibat baku tembak dengan aparat penegak hukum setelah ia menyerbu pos pemeriksaan keamanan di hotel Washington Hilton, tempat acara tahunan White House Correspondents' Association (WHCA) berlangsung pada Sabtu malam.
Presiden Donald Trump beserta jajaran tinggi kabinet dan anggota Kongres segera dievakuasi dari ruangan ballroom.
Pelaku tunggal berhasil ditangkap setelah baku tembak yang melukai seorang petugas Secret Service. Tidak ada korban luka lain dalam peristiwa tersebut.
Identitas Pelaku dan Persenjataan
Otoritas federal mengidentifikasi tersangka sebagai Cole Thomas Allen (31), warga Torrance, California.
Pejabat terkait menyatakan bahwa Allen tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak masuk dalam radar pengawasan aparat di Washington, D.C.
Kepala Polisi Metropolitan, Jeffery Carroll, mengungkapkan bahwa pelaku membawa persenjataan lengkap saat menerobos pos pemeriksaan di lobi hotel sekitar pukul 20.36 waktu setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-AS-Donald-Trump-menerima-sambutan-meriah-dari-Raja-Charles.jpg)