Minggu, 19 April 2026
Deutsche Welle

Riset Siluman Ular oleh Geger Riyanto Jadi Disertasi Terbaik di Jerman

Disertasi antropologi terbaik di Jerman: Riset Geger Riyanto soal warisan budaya tak dimuseumkan hingga mitos manusia setengah ular…

Deutsche Welle
Riset Siluman Ular oleh Geger Riyanto Jadi Disertasi Terbaik di Jerman 

Namun di sisi lain ada juga kecenderungan di antara masyarakat untuk mereka berusaha berpihak atau berkiblat kepada kelompoknya sendiri.

Apakah itu juga salah satu faktor yang menyebabkan atau memicu konflik yang pernah terjadi pada tahun 1999 sampai 2004 di Maluku?

Itu bisa dibilang salah satu aspeknya. Karena kalau kita ingat-ingat konflik pada saat itu, salah satu aspeknya adalah konflik antara pendatang dan orang setempat. Itu mencerminkan juga sebenarnya yang terjadi di banyak belahan wilayah di Indonesia.

Pada saat itu kita bicara tentang klaim-klaim yang muncul adalah "kami itu misalkan dari satu kelompok yang berusaha untuk melawan yang lain, kami orang asli di sini, kami sudah ada di sini dari zaman dahulu."

Bahkan mereka menarik sampai ke sejarah bahwa mereka dahulunya orang Israel, misalnya, yang kemudian berjalan hingga sampai ada di Indonesia.

Mereka keturunan Israel, mereka sekarang ada di Indonesia, dan mereka punya sejarah yang jauh itu ke belakang.

Itu bisa jadi salah satu kecenderungan masyarakat untuk berorientasi pada kelompoknya sendiri. Kecenderungan itu ada dan sangat memungkinkan untuk menjadi benih konflik. Meskipun kita juga selalu mesti menyadari, bahwa sebuah konflik bisa juga ditentukan oleh faktor lain. Karena kalau kita bicara (tahun) 1999, ada faktor jatuhnya Orde Baru dan banyak hal lain.

Kalau begitu, itu juga bisa ditarik sebagai pelajaran untuk ke wilayah-wilayah lain untuk mengantisipasi konflik?

Di berbagai belahan di Indonesia selalu ada dua kecenderungan.

Kecenderungan itu bisa kita katakan sebagai, satu, kecenderungan partikularisme atau lokalisme, dan satu lagi, kecenderungan untuk universalisme, kecenderungan untuk selalu merangkul yang lain.

Kita bicara tentang orang-orang yang berusaha untuk mengklaim bahwa mereka itu misalkan yang paling pertama eksis, untuk menentukan bahwa ini adalah wilayah mereka, ini adalah hak mereka, tapi klaim itu akan selalu ada di mana-mana. Namun untuk bertahan hidup, masyarakat-masyarakat ini akan perlu merangkul yang lain dan kecenderungannya bukan lagi ke dalam, tapi keluar.

Jadi, ini mungkin semacam antisipasi kalau seandainya kita mau melakukan sesuatu terkait soal hubungan antarmasyarakat. (ap/hp)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved