Konflik Palestina Vs Israel
Media Israel: Kepala Shin Bet dan Kepala Intelijen Mesir Bertemu Diam-diam di Acara Buka Puasa
Ronen Bar Kepala dinas keamanan internal Israel, Shin Bet Ronen secara diam-diam bertemu kepala intelijen Mesir Abbas Kamel, bahas penyerbuan Rafah?
Kendati demikian, menurut narasumber Mesir itu, Israel tetap akan menyerang Rafah dan menolak usulan gencatan senjata permanen.
“Pihak Mesir paham bahwa tidak akan ada gencatan senjata di Israel karena Israel tidak akan mengizinkan Hamas meningkatkan kondisinya di lapangan, mengisi ulang pasukannya, memperoleh waktu, dan mengatur napasnya.”
Baca juga: Mantan Letkol IDF: Mesir Bangun Kekuatan Dahsyat di Sinai, Mau Lancarkan Perang Lawan Israel
Pada hari Rabu pekan lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah mengumumkan persiapan tentara Israel untuk melakukan operasi militer di darat.
Kata Netanyahu, persiapan itu memerlukan “sedikit waktu”.
Akan tetapi, beberapa hari kemudian Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan resolusi gencatan senjata di Gaza.
Resolusi itu bisa diloloskan setelah AS memilih abstain dalam pemungutan suara.
Israel pun kesal dan memutuskan membatalkan kunjungan delegasinya ke Washington, AS.
Sedianya, delegasi itu akan mendiskusikan pilihan selain serbuan Israel ke Rafah.
Meski demikian, pejabat Israel lainnya, yakni Menteri Pertahanan Yoav Gallant, diizikan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Selasa.
Dalam pertemuan itu Blinken kembali menegaskan penolakan AS atas rencana serangan darat Israel di Rafah.
Mirip dengan Blinken, Perdana Menteri Mesir Sameh Shoukry juga mengatakan negara menolak sepenuhnya rencana Israel itu.
“Karena bencana kemanusiaan yang diakibatkannya, yang akan menyebar tak terkendali dan memunculkan komplikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Shoukry.
AS-Israel Lanjutkan Pembicaraan
Setelah membatalkan kunjungan delegasinya ke AS, Israel dilaporkan kembali membicarakan pertemuan dengan AS.
Pertemuan itu masih ditujukan untuk membahas rencana serangan di Rafah.
“Jadi, kami kini bekerja sama dengan mereka untuk mencari tanggal yang cocok yang sudah jelas akan menguntungkan bagi kedua belah pihak,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pekerja-di-perbatasan-rafah-mesir-gaza.jpg)