Senin, 20 April 2026
Deutsche Welle

Korban Luka Gempa Taiwan Tembus 1.000 Lebih, Puluhan Orang Masih Hilang

Otoritas Taiwan masih terus melakukan pencarian terhadap puluhan warga yang dilaporkan masih hilang akibat gempa bumi hebat pada Rabu…

Deutsche Welle
Korban Luka Gempa Taiwan Tembus 1.000 Lebih, Puluhan Orang Masih Hilang 

Jumlah korban luka akibat gempa Magnitudo 7,2 yang mengguncang Taiwan timur telah tembus lebih dari 1.000 orang pada Kamis (04/04).

Menurut departemen pemadam kebakaran Taiwan, angkanya sudah mencapai 1.083 orang.

Jumlah korban meninggal dunia tetap stabil di angka sembilan orang. Sementara 48 lainnya masih hilang, termasuk di antaranya 42 pegawai hotel yang diduga hilang dalam perjalanan menuju hotel di Tarokok Gorge, sebuah taman nasional di Taiwan.

Pusat komando penanggulangan bencana pada Rabu (03/04) malam waktu setempat mengatakan bahwa pencarian terhadap pegawai hotel yang hilang itu menjadi fokus utama mereka.

Otoritas Taiwan berencana menerjunkan drone dan helikopter untuk mencari mereka dan mengirimkan pasokan bantuan jika mereka ditemukan.

Sementara itu, beberapa warga yang sebelumnya terjebak, secara bertahap telah ditemukan dan dibawa ke tempat aman.

Menurut departemen pemadam kebakaran, enam orang yang sebelumnya terjebak di area pertambangan telah sukses diselamatkan pada hari Kamis (04/04).

Sementara itu, jalur kereta api ke Hualien dilaporkan telah dibuka kembali pada Kamis (04/04), lebih cepat dari perkiraan.

Meski begitu, satu stasiun pedesaan di utara kota Hualien masih ditutup karena mengalami kerusakan, kata otoritas kereta api Taiwan.

Warga takut kembali ke rumah

Di kota Hualien, beberapa orang memilih tidur di luar rumah sepanjang malam mengingat puluhan gempa susulan masih mengguncang wilayah tersebut.

Di kota ini upaya penyelamatan terhadap warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan telah selesai.

Salah satunya adalah Yu, seorang perempuan berusia 52 tahun yang mengaku lebih memilih menghabiskan malam di sebuah tenda yang didirikan di sebuah lapangan olahraga, karena ia terlalu takut untuk kembali ke apartemen miliknya.

"Gempa susulannya sangat mengerikan. Tidak ada hentinya. Saya tidak berani tidur di dalam rumah,” katanya seperti diberitakan Reuters.

Pejabat cuaca Taiwan sebelumnya mengatakan bahwa intensitas gempa yang dirasakan di Hualien pada hari Rabu (03/04) itu merupakan level tertinggi kedua, dengan kategori "Upper 6” dari skala 1-7.

Menurut badan cuaca Jepang, gempa semacam itu mampu merubuhkan dinding kecuali jika terbuat dari balok beton bertulang, dan dalam situasi seperti itu, manusia tidak akan mampu berdiri tegak dan harus merangkak untuk bergerak.

Gempa tekuat dalam 25 tahun terakhir

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved