Panel Independen Temukan Masalah "Netralitas" di Tubuh UNRWA
Tuduhan Israel yang menyebut beberapa pekerja UNRWA sebagai "teroris" telah memicu dilakukannya pemeriksaan independen terhadap lembaga…
Sebuah panel independen pada hari Senin (22/04) menyerukan agar Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melakukan "perbaikan segera” guna menjaga netralitasnya.
Panel independen ini sebelumnya ditugaskan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk melakukan pemeriksaan terhadap UNRWA setelah Israel menuduh 12 pekerjanya mungkin telah ikut serta dalam serangan teror Hamas di Israel Selatan pada 7 Oktober tahun lalu.
Meski begitu, diplomat Prancis, Catherine Colonna, yang memimpin panel independen tersebut, menegaskan, mereka ditugaskan untuk secara khusus memeriksa netralitas UNRWA, bukan memeriksa tuduhan Israel terkait 12 pekerja tersebut.
Untuk menindaklanjuti tuduhan Israel itu, Guterres telah memerintahkan pengawas internal PBB untuk melakukan penyelidikan terpisah.
Temuan panel independen terkait netralitas UNRWA
Dalam laporan setebal 54 halaman, panel independen mengaku telah mengidentifikasi "masalah terkait netralitas” dalam prosedur-prosedur yang dijalankan oleh UNRWA.
Hal ini dilakukan guna "memastikan terwujudnya kepatuhan terhadap prinsip-prinsip netralitas kemanusiaan.”
Laporan tersebut mengutip sejumlah pernyataan politik para staf di ranah publik, "konten bermasalah” dalam buku pelajaran sekolah, dan politisasi serikat pekerja.
"Sebagian besar dugaan pelanggaran netralitas berkaitan dengan postingan di media sosial,” tulis laporan tersebut, seraya mencatat bahwa postingan itu seringkali diunggah setelah terjadinya insiden kekerasan yang berdampak pada kolega atau keluarga dari individu tersebut.
Tantangan lain muncul dari skala operasi di Gaza dan fakta bahwa sebagian besar personel UNRWA pada saat yang sama merupakan warga lokal yang juga menerima bantuan UNRWA, kata laporan tersebut.
Terkait buku pelajaran sekolah, laporan tersebut mengungkap ada kemajuan yang dilakukan oleh UNRWA dalam membersihkan sekolah-sekolah dari buku-buku pelajaran yang bias.
Meski begitu, hampir 4% buku teks sekolah masih berisi pernyataan yang menyebut Israel sebagai "pendudukan Zionis,” atau Yerusalem sebagai ibu kota Palestina.
Panel independen mengeluarkan rekomendasi kepada UNRWA, agar meningkatkan netralitasnya, tidak hanya melalui keterlibatan dengan donor, tapi juga melalui netralitas staf, pendidikan, juga tata kelola yang dijalankan.
Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini sebelumnya telah mengatakan, ia akan menerima apa pun rekomendasi panel independen. Namun, ia juga memperingatkan terkait apa yang disebutnya sebagai "kampanye terpadu yang disengaja” oleh Israel untuk membubarkan organisasi tersebut.
Panel independen: Israel belum memberikan bukti
Colonna mengatakan Israel belum memberikan bukti untuk mendukung tuduhannya.
"Israel membuat tuduhan secara publik bahwa sejumlah besar pegawai UNRWA adalah anggota organisasi teroris. Namun, Israel belum memberikan bukti pendukung mengenai hal ini,” kata Colonnna kepada wartawan di New York.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bdeutsche-welle68893428_403.jpg.jpg)