Kamis, 4 Juni 2026

Senjata Korea Utara digunakan Rusia untuk serang Ukraina – Mengapa temuan ini penting?

Puing-puing misil buatan Korea Utara ditemukan di Ukraina. Kenapa temuan ini disebut punya dampak lebih luas dari konflik Rusia-Ukraina?

Tayang:
BBC Indonesia
Senjata Korea Utara digunakan Rusia untuk serang Ukraina – Mengapa temuan ini penting? 

“Tidak pernah terbersit di benak saya bahwa saya akan melihat rudal Korea Utara digunakan untuk membunuh orang-orang di daratan Eropa,” ujarnya.

Byrne dan timnya di RUSI telah melacak pengiriman senjata Korea Utara ke Rusia semenjak Kim Jong Un bertemu dengan Vladimir Putin di Rusia pada September tahun lalu – diduga guna menandatangani kesepakatan dalam bidang persenjataan.

RUSI menggunakan foto-foto satelit untuk mengamati empat kapal kargo Rusia yang berjalan bolak-balik antara Korea Utara dan pelabuhan militer Rusia. Masing-masing kapal membawa ratusan kontainer sekali perjalanan.

RUSI memperkirakan sebanyak 7.000 kontainer berisikan lebih dari satu juta amunisi dan roket grad - jenis yang dapat ditembakkan dari truk secara beruntun.

Tinjauan ini didukung informasi intelijen AS, Inggris, dan Korea Selatan – kendati Rusia dan Korea Utara membantah adanya perdagangan tersebut.

"Peluru dan roket ini termasuk yang paling dicari di dunia sekarang ini. Rusia menjadi mampu untuk terus menghancurkan kota-kota Ukraina pada saat AS dan Eropa ragu-ragu menentukan senjata apa yang akan mereka kirim," ucap Byrne.

Bagaimana Korut bisa memproduksi rudal?

Yang paling menjadi perhatian Byrne dan kolega-koleganya adalah kehadiran rudal balistik Korea Utara di medan perang. Kenapa? Karena fakta ini mengungkap persenjataan Korea Utara.

Sejak 1980-an, Korea Utara menjual senjatanya ke luar negeri – kebanyakan ke negara-negara di Afrika Utara dan Timur Tengah, termasuk Libya, Suriah, dan Iran.

Senjata Korea Utara cenderung berupa rudal tua ala Soviet dengan reputasi yang jelek. Terdapat bukti bahwa kelompok milisi Hamas kemungkinan menggunakan beberapa granat berpeluncur roket dari Pyongyang yang sudah uzur dalam serangan 7 Oktober silam.

Namun, rudal yang ditembakkan pada 2 Januari 2024 – yang dipreteli Khrystyna Kimachuk – bisa dibilang merupakan rudal jarak dekat buatan Korut paling mutakhir – Hwasong 11, yang mampu mencapai jarak 700 kilometer.

Walaupun Ukraina meremehkan akurasi misil ini, Dr. Jeffrey Lewis, pakar senjata dan non-proliferasi Korea Utara di Middlebury Institute of International Studies, menyebut keakurasian rudal Korea Utara ini terlihat tidak jauh lebih buruk dibandingkan rudal buatan Rusia.

Dr. Lewis mengatakan nilai plus rudal Korea Utara ini adalah harganya yang sangat murah. Ini artinya Rusia dapat membeli dan menembakkan lebih banyak rudal dengan harapan dapat melumpuhkan pertahanan udara Ukraina.

Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa banyak Korea Utara bisa memproduksi rudal ini?

Observasi pemerintahan Korea Selatan baru-baru ini menunjukkan Korea Utara telah mengirim 6.700 kontainer berisi amunisi ke Rusia. Lebih lanjut, Korea Selatan mengemukakan pabrik senjata Korea Utara beroperasi penuh.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved