Selasa, 19 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

90 Persen Pembangkit Listrik Hancur, Eks Menteri Ukraina: Pemadaman Bisa Terjadi Hingga Musim Dingin

Kondisi infrastruktur energi Ukraina makin merana, pasca penghancuran yang dilakukan oleh Rusia dalam beberapa waktu belakangan

Tayang:
Penulis: Hendra Gunawan
Kementerian Pertahanan Ukraina/Telegram
Petugas pemadam Ukraina dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Kharkov (Kharkiv) setelah dibombardir oleh bom berpemandu Rusia. Sebanyak 90 persen infrastruktur listrik Ukraina hancur oleh serangan Rusia. 

Ukrainska Pravda memberitakan, untuk mengantisipasi ketiadaan energi tersebut, Ukraina mengimpor listrik dari sejumlah negara tetangga. Namun hal itu belum berpengaruh banyak terhadap kekurangan listrik dalam negeri.

Rusia telah meningkatkan serangannya terhadap fasilitas militer dan energi Ukraina.

Ratusan misil, rudal balistik, drone serta ribuan bom luncur berpemandu dijatuhkan untuk menghancurkan fasilitas energi Ukraina.

Pada bulan April, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pemboman tersebut merupakan respons terhadap upaya Kiev untuk menargetkan infrastruktur minyak Rusia.

Ilustrasi pesawat MIG-31 membawa rudal jelajah Kinzhal
Pesawat MIG-31 membawa rudal jelajah Kinzhal yang digunakan menghancurkan infrastruktur Ukraina (Kementerian Pertahanan Rusia)

Sejak Januari, Ukraina telah melancarkan beberapa serangan jarak jauh terhadap fasilitas energi jauh di Rusia, termasuk depot dan kilang minyak, dengan menggunakan drone kamikaze.

Pada bulan April, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan Rusia terhadap fasilitas energi “secara langsung berdampak pada industri pertahanan Ukraina,” dan menyebutnya sebagai bagian dari upaya “demiliterisasi”.

Bantuan Sektor Energi

Negara sahabat pun berusaha membantu masalah Ukraina. Pemerintah Austria akan mengalokasikan sekitar 5,4 juta dolar AS untuk pemulihan infrastruktur energi di Ukraina, Der Standard melaporkan pada 20 Mei, mengutip seorang pejabat Austria.

Pembiayaan akan disediakan dari anggaran Kementerian Aksi Iklim dan Energi dan didistribusikan ke Ukraina dalam Komunitas Energi, sebuah organisasi internasional yang bertujuan untuk memperluas pasar energi internal UE.

Anggaran yang dialokasikan akan digunakan untuk suku cadang, generator, dan jalur perbaikan yang sangat dibutuhkan, menurut Der Standard.

“Sebagai negara netral, Austria juga harus berpihak pada kemanusiaan dalam perang ini,” kata Menteri Aksi Iklim dan Energi Austria Leonore Gewessler.

Gewessler berharap dana tambahan "setidaknya akan memfasilitasi rekonstruksi".

Duta Besar Ukraina untuk Austria, Vasyl Khymynets, berterima kasih kepada menteri atas “sinyal solidaritas yang kuat.”

“Bantuan keuangan dari pemerintah federal ini sangat penting untuk memulihkan infrastruktur energi dan memasok listrik kepada masyarakat Ukraina di tengah upaya Rusia untuk menghancurkan infrastruktur energi dengan serangan udara dan penembakan artileri,” kata Khymynets.

Kapasitas pembangkit listrik Ukraina telah menurun hingga 8 gigawatt jam (GWh) dan membutuhkan hampir 1 miliar dolar AAS sebagai kompensasi, menurut Perdana Menteri Denys Shmyhal.

Diberitakan Kyiv Independen Ukraina telah mengalokasikan lebih dari 179,4 juta dolar AS untuk memulihkan jaringan listriknya setelah serangan Rusia baru-baru ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved