Konflik Rusia Vs Ukraina
Korea Utara Bangun Museum Peringatan untuk Tentara yang Tewas dalam Perang Rusia-Ukraina
Korea Utara meresmikan museum peringatan di Pyongyang untuk menghormati sekitar 2.000 prajuritnya yang tewas saat bertempur bersama Rusia
Ringkasan Berita:
- Korea Utara meresmikan museum peringatan di Pyongyang untuk menghormati sekitar 2.000 prajuritnya yang tewas saat bertempur bersama Rusia di wilayah Kursk, Ukraina.
- Kim Jong Un dan pejabat tinggi Rusia hadir langsung dalam upacara tersebut
- Hal ini sekaligus mempertegas komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama militer hingga 2031.
TRIBUNNWS.COM - Korea Utara telah membuka museum peringatan untuk para prajuritnya yang gugur saat bertempur bagi Rusia melawan Ukraina, dengan para pemimpin tertinggi Korea Utara dan Rusia berjanji mendorong kerja sama yang lebih erat, dilansir Associated Press.
Pada April 2025, Korea Utara dan Rusia mengumumkan bahwa pasukan mereka bertempur bersama untuk mengusir invasi Ukraina ke wilayah perbatasan Kursk milik Rusia.
Kedua negara belum mengungkapkan secara pasti berapa banyak tentara Korea Utara yang dikerahkan, namun dinas intelijen Korea Selatan memperkirakan tahun lalu bahwa Korea Utara mengirim sekitar 15.000 pasukan dan 2.000 di antaranya tewas.
Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan pada Senin (27/4/2026) bahwa upacara peresmian museum tersebut digelar di Pyongyang pada Minggu, bertepatan dengan peringatan satu tahun berakhirnya operasi pembebasan wilayah Kursk.
KCNA menyebutkan bahwa pemimpin Kim Jong Un hadir dalam upacara tersebut bersama para pejabat tinggi Rusia yang berkunjung, termasuk Vyacheslav Volodin, Ketua Duma Negara, dan Menteri Pertahanan Andrei Beloussov.
Dalam upacara tersebut, Kim menaburkan tanah di atas jenazah seorang prajurit yang gugur dan meletakkan bunga di depan jenazah lainnya yang sudah ditempatkan di kamar mayat, sebelum ia bersama Volodin dan Beloussov menuliskan pesan di buku tamu, menurut KCNA.
Dalam pidatonya, Kim mengatakan semangat para prajurit Korea Utara yang gugur akan tetap menjadi "simbol kepahlawanan rakyat Korea" dan mendukung "perjalanan kemenangan rakyat Korea dan Rusia."
Baca juga: Korsel Laporkan Korea Utara Luncurkan Rudal Saat Iran Tutup Selat Hormuz
Ia memuji pasukan Korea Utara dan Rusia karena telah menggagalkan apa yang ia sebut sebagai "plot hegemoni dan petualangan militer" yang dipimpin AS dan Barat di garis depan Rusia-Ukraina.
Dalam pertemuan terpisah dengan Beloussov, Kim mengatakan Korea Utara akan sepenuhnya mendukung kebijakan Rusia dalam mempertahankan kedaulatan dan kepentingan keamanannya, demikian dilaporkan KCNA.
Kantor berita negara Rusia, Tass, mengutip Beloussov yang menyampaikan kepada Kim bahwa Rusia siap menandatangani rencana kerja sama militer Rusia-Korea Utara untuk periode 2027–2031.
Dalam surat kepada Kim yang dibacakan oleh Volodin saat upacara, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut museum itu "tidak diragukan lagi akan menjadi simbol nyata persahabatan dan solidaritas" antara kedua negara. Putin menyatakan yakin bahwa kedua negara akan terus memperkuat kemitraan strategis komprehensif mereka, menurut KCNA.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina, Kim telah menjadikan Moskow sebagai prioritas utama kebijakan luar negerinya dengan menyuplai pasukan dan senjata konvensional.
Sebagai imbalannya, Korea Utara diyakini telah menerima bantuan ekonomi dan bantuan lainnya dari Rusia.
Korea Selatan, Amerika Serikat, dan mitra-mitra mereka khawatir Rusia mungkin akan mentransfer teknologi canggih yang dapat memperkuat program nuklir dan rudal Korea Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ks-Peringatan-di-Pyongyang-bersama-Kim-Jong-Un.jpg)