Rabu, 22 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-846: Pasukan Ukraina Mulai Usir Rusia dari Kharkiv

Perang Rusia-Ukraina hari ke-846: Pasukan Ukraina mulai usir Rusia dari Kharkiv, menurut klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Editor: Sri Juliati
Mandel NGAN / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Presiden AS Joe Biden di Ruang Perjanjian India di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower, di sebelah Gedung Putih, di Washington, DC, pada 12 Desember 2023. -- Berikut ini perang Rusia-Ukraina hari ke-846. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini perkembangan terkini perang Rusia dan Ukraina hari ke-846 pada Selasa (18/6/2024).

Hari ini pukul 03.50 waktu setempat, dilaporkan terjadinya ledakan di Kharkiv, Ukraina.

Kemarin, Senin (17/6/2024), serangan rudal jelajah X-59 Rusia di wilayah Poltava di timur-tengah Ukraina melukai 22 orang, termasuk tiga anak-anak, dan merusak rumah-rumah serta jaringan listrik, memutus aliran listrik bagi lebih dari 55.000 konsumen, seperti diberitakan Suspilne.

Kanada Ogah Kirim Instruktur Militer ke Ukraina

Menteri Pertahanan Bill Blair mengatakan negaranya tidak akan mengirim instruktur militer ke Ukraina.

“Ada diskusi mengenai misi NATO untuk meningkatkan pelatihan. Saat ini, keadaan tidak mendukung penempatan instruktur Kanada di Ukraina. Saya percaya bahwa saat ini ada kekhawatiran yang dapat dimengerti mengenai perluasan misi pelatihan di Ukraina," kata Bill Blair kepada wartawan.

Sebelumnya, NATO mengadakan pertemuan puncak yang memutuskan untuk mengambil perang lebih besar dalam mendukung Ukraina.

Pasukan Ukraina Mulai Usir Rusia dari Kharkiv

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukan Ukraina secara bertahap mendorong pasukan Rusia keluar dari wilayah Kharkiv yang mereka perebutkan sejak Mei.

Komandan Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, memperkirakan Rusia akan mencoba terus maju sambil menunggu kedatangan peralatan canggih Barat di Ukraina, termasuk jet tempur F-16 buatan AS.

"Pasukan Rusia memusatkan senjata mereka di wilayah Donetsk, khususnya di front Pokrovsk," kata Oleksandr Syrskyi.

Baca juga: AS Iri saat Putin Kunjungi Korea Utara, Jubir Joe Biden Bawa-bawa Perang Rusia-Ukraina

Depo Minyak Rusia Terbakar

Depo minyak terbakar setelah serangan drone pada pagi hari ini di kota Azov di wilayah Rostov di barat daya Rusia.

“Di Azov, tank-tank berisi produk minyak bumi terbakar akibat serangan (drone) UAV. Berdasarkan data awal, tidak ada korban jiwa. Unit Kementerian Situasi Darurat mengatur pemadaman api terbuka. Kepala departemen pertahanan sipil dan situasi darurat regional pergi ke tempat kejadian," kata gubernur setempat.

Putin Puji Dukungan Kim Jong Un untuk Perang Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia sangat menghargai Korea Utara yang dengan tegas mendukung perang Rusia di Ukraina.

Korea Utara dituduh oleh sekutu Ukraina menjual senjata secara ilegal kepada rezim Vladimir Putin.

Sebuah laporan Pentagon pada bulan Mei mengatakan, analisis puing-puing menunjukkan Rusia menggunakan rudal balistik Korea Utara, sebuah tuduhan yang dibantah Korea Utara.

Putin Kunjungi Korea Utara

Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi Korea Utara pada Selasa (18/6/2024).

Putin mengatakan kedua negara secara aktif mengembangkan kemitraan banyak sisi.

Korea Utara berada di bawah sanksi PBB karena program senjatanya yang dilarang.

"Kunjungan tersebut akan meningkatkan kerja sama bilateral ke tingkat yang lebih tinggi melalui upaya bersama kami dan ini akan berkontribusi pada pengembangan kerja sama timbal balik dan setara antara Rusia dan DPRK," tulis Putin dalam sebuah editorial, menurut laporan KCNA.

NATO Iri saat Putin Kunjungi Kim Jong Un

Ketua NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan kunjungan Putin ke Korea Utara menunjukkan upaya perang Rusia di Ukraina telah bergantung pada para pemimpin otoriter.

“Teman terdekat dan pendukung terbesar upaya perang Rusia – perang agresi – adalah Korea Utara, Iran, dan Tiongkok,” kata Stoltenberg, dikutip dari The Guardian.

Stoltenberg menyerukan Tiongkok untuk menghadapi konsekuensi jika terus memberikan dukungan kepada Rusia.

Para pejabat AS mengatakan Tiongkok melakukan dorongan ekspor besar-besaran untuk membangun kembali industri pertahanan Rusia.

Tiongkok mengatakan mereka melakukan perdagangan normal dengan Rusia dan tidak mengirim bantuan mematikan ke dalam konflik tersebut.

AS Kepanasan Lihat Kedekatan Rusia dan Korea Utara

Koordinator komunikasi strategis Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan Amerika Serikat (AS) prihatin dengan mendalamnya hubungan Rusia dan Korea Utara.

“Kami khawatir dengan semakin dalamnya hubungan antara kedua negara ini bukan hanya karena konsekuensinya bagi rakyat Ukraina, karena kami mengetahui kemampuan balistik Korea Utara. Rudal masih digunakan untuk menyerang sasaran di Ukraina, tetapi juga karena mungkin ada timbal balik di sana, yang akan mempengaruhi keamanan semenanjung Korea,” kata John Kirby.

Dia juga menambahkan saat ini Amerika Serikat tidak melihat seluruh parameter kerja sama tersebut, namun berencana untuk memantau perkembangannya dengan cermat.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Rusia dan Ukraina

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved