Selasa, 21 April 2026

Mengapa orang Barat masih percaya angka 13 membawa sial?

Angka 13 kerap dikaitkan dengan kesialan, sampai-sampai banyak gedung tidak melewatkan lantai 13. Namun keterkaitan angka 13 dengan…

BBC Indonesia
Mengapa orang Barat masih percaya angka 13 membawa sial? 

Selain itu, ada 32 pod di London Eye. Tetapi, ada pod nomor 33. Itu karena tidak ada pod nomor 13.

Mengapa angka 13 dianggap sebagai angka sial?

Pepatah lama kerap mengaitkan angka 13 kerap dengan nasib buruk.

Salah satunya berkaitan dengan agama Kristen. Ada 13 orang yang hadir pada perjamuan terakhir Yesus Kristus, tepat sebelum dia dikhianati oleh Yudas Iskariot.

Yudas Iskariot adalah orang ke-13 yang yang duduk di perjamuan itu.

Demikian pula dalam mitologi Nordik. Loki, dewa yang licik, adalah tamu ke-13 dalam jamuan makan malam para dewa. Dalam kesempatan itu, Loki menipu salah satu putra Odin untuk membunuh yang lain.

Ketakutan akan nasib buruk pada tanggal 13 —yang disebut triskaidekaphobia— semakin menguat ketika digabungkan dengan hari Jumat karena itu adalah hari kematian Kristus.

Tetapi mengapa masyarakat yang dianggap sudah lebih tercerahkan ternyata masih berpegang teguh pada keyakinan itu?

Pakar mitologi dan cerita rakyat dari Universitas Cardiff, Juliette Wood menduga itu karena kepercayaan semacam ini tergolong cukup modern dan bukan tradisi yang bertahan selama berabad-abad.

“Ini bukan cerita rakyat dalam artian bukan tradisi lama. Ini tidak ada hubungannya dengan fakta bahwa ada 13 orang pada perjamuan terakhir,” paparnya.

Sebaliknya, dia meyakini bahwa ini adalah ciptaan media yang populer pada pergantuan abad ke-20.

Ini telah menjadi semacam cerita rakyat modern yang digencarkan oleh media, seperti lewat film Friday the 13th.

Penelurusan pada era yang lebih lampau belum menghasilkan referensi mengenai 13 sebagai angka sial.

Tetapi orang-orang kemudian mencocokkannya dengan cerita-cerita yang ada, mengacu pada contoh-contoh yang terkenal.

“Itu masuk akal, terutama karena berkaitan dengan perjamuan terakhir, sehingga itu melekat,” jelas Wood.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved