Minggu, 25 Januari 2026
Deutsche Welle

Jerman Perdebatkan Usulan Larangan Simbol Segitiga Merah

Segitiga merah, yang dulunya dikenakan oleh tahanan politik di kamp Nazi sebagai simbol perlawanan, kini dianggap menjadi simbol yang…

Deutsche Welle
Jerman Perdebatkan Usulan Larangan Simbol Segitiga Merah 

Target, tanda perlawanan, lambang kehormatan, simbol di era Nazi: Segitiga merah terbalik memiliki banyak makna bagi banyak orang.

Segitiga merah terbalik kini muncul dalam video yang dirilis oleh Brigade Qassam, sayap militer Hamas, untuk menandai target militer Israel potensial, seperti misalnya tank, tak lama setelah invasi Israel ke Gaza.

Uni Eropa serta Amerika Serikat, Jerman, dan beberapa negara lain telah mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi teroris. Setelah serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023, menteri dalam negeri Jerman melarang semua aktivitas kelompok tersebut di Jerman.

Di Berlin, segitiga teralik tersebut telah digambar dengan cat semprot di beberapa tempat, termasuk klub musik tekno dan bar tempat diadakannya acara yang menentang antisemitisme atau mengekspresikan solidaritas dengan Israel setelah serangan 7 Oktober. Polisi kota tidak dapat memastikan seberapa sering simbol tersebut digunakan seperti ini.

Segitiga merah — meskipun tidak terbalik — juga muncul pada bendera Palestina, yang berasal dari desain pannasionalis tahun 1916. Ketika demonstran menggantungkan bendera di bahu mereka atau digantung di jendela, bendera tersebut tampak menghadap ke bawah.

Segitiga tersebut telah terlihat dalam berbagai konteks pada protes pro-Palestina di kampus-kampus seluruh dunia, termasuk di ibu kota Jerman. Selain itu, simbol tersebut telah muncul di unggahan media sosial dan dalam demonstrasi antiperang.

Seruan untuk pelarangan di Jerman

Pada awal Juli, Dewan Perwakilan Negara Bagian Berlin mengesahkan sebuah permohonan darurat yang targetnya memperluas larangan Hamas dari pemerintah Jerman, agar secara eksplisit mencakup larangan simbol segitiga merah terbalik. Penggunaan simbol organisasi antikonstitusional atau teroris dapat dijatuhi hukuman penjara hingga tiga tahun.

Usulan darurat yang diajukan partai-partai penguasa di Berlin, yaitu Partai Kristen Demokrat (CDU) yang berhaluan tengah-kanan dan Partai Sosial Demokrat (SPD) yang berhaluan tengah-kiri, menyatakan bahwa "para simpatisan organisasi teror Palestina" menggunakannya untuk "menandai lokasi yang memungkinkan untuk diserang, mengancam lawan, dan mengklaim ruang publik sebagai milik mereka."

Menurut partai pengusung usulan itu, simbol tersebut merupakan ancaman terhadap keselamatan dan ketertiban umum serta menimbulkan ketakutan, khususnya di kalangan komunitas Yahudi: "Tujuannya adalah untuk mencegah simbol tersebut terlihat di depan umum, dan untuk memastikan penggunaan segitiga merah terbalik dalam konteks konflik Timur Tengah dan Hamas, dapat dihukum berdasarkan aturan hukum."

Kementerian Dalam Negeri Jerman kini sedang mempertimbangkan tema tersebut untuk tingkat nasional.

Segitiga merah: Simbol historis penganiayaan dan kebanggaan

Di Jerman, segitiga merah terbalik lebih dikenal sebagai simbol di era Nazi, yang kemudian dikuasai kembali oleh para korban. Meskipun telah berulang kali disebut sebagai "simbol Hamas" dalam beberapa bulan terakhir, sejatinya simbol ini sudah ada jauh sebelum organisasi tersebut berdiri.

Federasi Nasional Korban Persekusi Rezim Nazi, Pejuang Perlawanan, dan Antifasis, VVN-BDA, telah menuduh para politisi mengalami "amnesia historis." Badan tersebut juga telah menyerang dewan perwakilan kota Berlin karena terlibat dalam politik spontan dalam melawan antisemitisme dan permusuhan terhadap Israel. Pada saat yang bersamaan, VVN-BDA menyatakan kengerian atas "penyalahgunaan" simbol tersebut.

Sejak pertengahan 1930-an, para tahanan politik dipaksa mengenakan lencana kain dengan gambar segitiga di kamp konsentrasi Nazi. Itu adalah bagian dari sistem klasifikasi yang tidak manusiawi.

"Pada awalnya, mayoritas narapidana politik adalah penganut paham sosial demokrat atau komunis Jerman dan warna merah pada segitiga merujuk pada warna partai mereka," kata Jens-Christian Wagner, yang merupakan Direktur Yayasan Memorial Buchenwald dan Mittelbau-Dora, kepada DW.

Kemudian, ia menjelaskan, sebagian besar adalah orang non-Jerman dari seluruh spektrum politik yang menentang Nazi atau pendudukan Nazi Jerman di negara mereka.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved