Kelompok Sayap Kanan Diduga Sengaja Bikin Kerusuhan di Inggris hingga Serang Komunitas Minoritas
Kelompok sayap kanan memang sengaja membuat kerusuhan bahkan menyerang aparat penegak hukum atau kepolisian setempat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dosen Public Health Derby University Dono Widiatmoko mengatakan narasi imigran Islam yang menikam tiga pelajar anak di Inggris tidak benar.
Dari penikaman tersebut kemudian muncul isu-isu liar hingga terjadi keonaran, kericuhan, bentrok antar kelompok sayap kanan dan kelompok anti rasisme.
Menurut Dono, kelompok sayap kanan melakukan diskriminasi terhadap komunitas minoritas seperti para pencari suaka dan orang-orang muslim.
"Jadi mereka pada intinya yang melakukan ini sebagian besar adalah kelompok sayap kanan. Sayangnya juga penyerangan kepada masjid, masjid yang ada di beberapa lokasi," kata pria yang tinggal di Manchester ini kepada Tribun Network, Rabu (7/8/2024).
Baca juga: Di tengah Kerusuhan dan Rasisme London, Wakil Dubes Inggris Yakinkan Warga RI Tetap Disambut Hangat
Dia menjelaskan bahwa kelompok sayap kanan memang sengaja membuat kerusuhan bahkan menyerang aparat penegak hukum atau kepolisian setempat.
Beberapa lokasi yang menjadi target penyerangan antara lain Southport, Liverpool, Rotterdam, Hull, Sunderland, Middlesbrough, dan lain sebagainya.
"Di Manchester sendiri juga ada terjadi sebuah kerusuhan kecil di beberapa kota, tapi kemudian berhasil diatur atau dikendalikan oleh polisi," urainya.
Dono mengakui serangan kelompok sayap kanan tersebut sangat mencekam pada waktu kejadian seperti yang tersebar di media sosial.
Namun belakangan ini situasi sudah kembali kondusif, biasanya kerusuhan terjadi di pusat kota atau di dekat hotel tempat penampungan para pencari suaka.
Beberapa masjid juga menjadi sasaran kelompok pembuat keonaran, hanya saja warga setempat di dekat masjid ikut turun tangan membenahi benda-benda yang berserakan di jalan.
Menurut Dono, sebagian besar warga Inggris sangat menjunjung rasa toleransi bahkan menyesali atas terjadinya serangan dari kelompok sayap kanan.
Baca juga: Kerusuhan Meletus di Inggris dan Irlandia, KBRI London Minta WNI Harus Waspada saat Bepergian
“Sekarang ini masjid-masjid tetap buka aktivitas seperti biasa. Tadi pagi saya salat subuh biasa di masjid dekat rumah saya, tidak ada masalah,” urainya.
Dono melihat saat ini penjagaan cukup diperketat dari yang sebelumnya tidak ada patroli menjadi ada pihak keamanan di tempat ibadah umat muslim.
Apalagi setelah banyaknya rumor ataupun informasi akan terjadinya kerusuhan-kerusuhan lanjutan.
"Kami sempat mendengar immigration center, immigration lawyers yang ada di beberapa kota di Inggris diisukan akan diserang oleh mereka. Tapi polisi sudah mempersiapkan segala sesuatunya, komunitas MP, MP itu adalah member of parliament,” tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/potret-gotong-royong-warga-inggris-usai-kerusuhan-rasial_20240806_162951.jpg)