Muslim di Balkan, Bukti Islam adalah Bagian Sejarah Eropa
Islam adalah bagian dari sejarah benua Eropa. Agama ini berkembang di Andalusia dan menyebar ke Balkan melalui Kekaisaran Ottoman.…
Keluarga Habsburg mendirikan Komunitas Islam di Bosnia sebagai organisasi muslim yang meniru gereja-gereja Kristen di negara mereka dan memperkenalkan kantor yang mereka sebut Reisu-l-ulema. Ketua Mufti ini masih menjadi wakil tertinggi umat Islam Bosnia saat ini.
Bosnia: Islam di negara sekuler
Sejak saat itu, Islam memantapkan keberadaannya di Bosnia dengan pengalaman panjang hidup bersama dengan agama dan kelompok etnis lain di negara sekuler. Ciri-ciri khusus kehidupan Islam Bosnia mencakup pandangan liberal mengenai larangan alkohol dan menjalankan puasa, serta keterbukaan terhadap agama dan cara hidup lain.
Untuk waktu yang lama, arus Islam dan Wahhabi sama sekali tidak dikenal di seluruh Balkan, tidak seperti di Semenanjung Arab atau Mesir. Hal ini berubah setelah terjadinya Perang Bosnia pada tahun 1992 hingga 1995, ketika umat Islam yang menyebut diri mereka orang Bosnia diusir dan dibunuh oleh nasionalis Serbia dan Kroasia. Puncaknya adalah genosida di Srebrenica.
Pecahnya Yugoslavia dan Perang Bosnia menyebabkan garis batas antara etnis dan agama menjadi semakin tajam. Secara konstitusional, negara dan agama dipisahkan di semua negara Balkan. Namun agama berkembang selama perang dan setelahnya menjadi faktor politik. Agama juga menjadi faktor yang lebih kuat dalam pembentukan identitas.
Namun demikian, Islam di Balkan, dengan sikap liberal dan jaringan sosialnya yang kuat, masih bisa lebih baik menangkal kecenderungan kekerasan dan radikalisme apabila dibandingkan di Timur Tengah atau di kota-kota besar di Eropa Barat.
Islam juga adalah akar Eropa
Muslim, Kristen, dan Yahudi telah hidup bersama di Eropa Tenggara selama berabad-abad. Meski demikian, Eropa masih kesulitan memahami umat Islam di Balkan sebagai bagian dari benua ini. Mereka tidak dipandang sebagai orang Eropa, tapi dianggap "orang lain”, kata penulis Inggris-Pakistan Tharik Hussain. Menurutnya, hal ini karena sebagian besar umat Islam di Balkan hidup di bawah kekuasaan Ottoman.
"Utsmani dipandang sebagai musuh Kristen Eropa Barat, yang darinya muncul identitas Eropa modern," jelas Hussain. Ia menggambarkan hal ini dalam bukunya yang berjudul The Minaret in the Mountains – Portrait of an Unexpected Europe.
Selama ini orang beranggapan bahwa seseorang tidak bisa menjadi muslim sekaligus orang Eropa. Namun sejarah Islam di Balkan mengajarkan bahwa akar Eropa adalah Kristen, Yahudi, dan Islam.
(ae/hp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bdeutsche-welle70053415_403.jpg.jpg)