Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

AS Mendakwa Bos Hamas Yahya Sinwar, Sedianya Baru Akan Diumumkan jika Haniyeh Tertangkap

AS mengumumkan sejumlah dakwaan terhadap Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar dan para pemimpin Hamas lainnya.

AFP/MOHAMMED ABED
Dalam gambar arsip tertanggal 14 Desember 2022 ini, pimpinan gerakan Hamas Islam Palestina di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, muncul di hadapan para pendukungnya selama rapat umum yang menandai ulang tahun ke-35 berdirinya kelompok tersebut di Kota Gaza. 

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa, (3/9/2024), mengumumkan sejumlah dakwaan terhadap Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar dan para pemimpin Hamas lainnya.

Yahya didakwa terlibat dalam kampanye panjang untuk membunuh warga AS.

“Kementerian Kehakiman mendakwa bahwa Yahya Sinwar para pemimpin senior Hamas lainnya membiayai, mengarahkan, dan mengawasi kampanye selama satu dekade untuk membunuhi warga Amerika dan membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat,” kata Jaksa Agung Merrick Garland, dikutip dari I24 News.

Pejabat Hamas yang turut disebut dalam berkas dakwaan ialah Ismail Haniyeh, Mohammad Deif, Marwan Issa, Khaled Mashaal, dan Ali Baraka. Adapun Haniyeh dan Issa sudah meninggal.

“Seperti yang dijelaskan dalam keluhan kami, para terdakwa, dilengkapi dengan senjata, bantuan politik, dan dana dari pemerintah Iran dan bantuan dari Hizbullah, telah memicu upaya Hamas untuk menghancurkan negara Israel dan pembunuhan warga sipil untuk mendukung tujuan itu.”

AS mengkaim Hamas telah “membunuh atau melukai ribuan warga sipil”, termasuk saat serangan 7 Oktober 2023.

Di samping itu, Garland menyinggung enam warga Israel yang tewas saat disandera di Gaza. Dia mengklaim keenamnya tewas karena dibunuh Hamas.

“Kami akan terus mendukung upaya pemerintah untuk membawa pulang warga Amerika yang masih disandera.”

“Dakwaan yang diungkap hari ini hanya satu bagian dari upaya kita menargetkan setiap aspek dari operasi Hamas. Tindakan ini bukanlah tindakan terakhir kami.”

AS sebenarnya sudah memberikan dakwaan terhadap para pemimpin Hamas di atas pada bulan Februari silam.

Namun, dokumen itu belum diungkap karena AS berharap Haniyeh bisa ditangkap.

Baca juga: Israel Mengaku Hancurkan Terowongan Besar Hamas di Gaza Utara, Ada Rel di Dalamnya

Kementerian Kehakiman AS kemudian memutuskan membuka dokumen itu setelah Haniyeh tewas dibunuh di Iran oleh Israel.

Dakwaan itu diungkap ketika AS sedang merancang usulan baru gencatan senjata dan pembebasan sandera dengan Mesir dan Qatar.

AS dan para juru penengah lain mengaku berusaha mengakhiri perang di Gaza yang sudah berlangsung hampir 11 bulan itu.

Hamas dan Israel pada bulan Juli sudah menyepakati penerapan rencana tiga tahap yang disodorkan oleh Joe Biden pada bulan Mei.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan