Konflik Palestina Vs Israel
Serangan Israel di Gaza dan Lebanon Tewaskan Warga Sipil & Paramedis
Empat warga Palestina tewas di Gaza, sementara serangan Israel di Lebanon juga menewaskan paramedis di tengah gencatan senjata
Ringkasan Berita:
- Empat warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza tengah yang disebut melanggar gencatan senjata
- Di Lebanon selatan, dua orang termasuk paramedis juga tewas akibat serangan udara Israel.
- Ketegangan meningkat setelah Israel dan Hezbollah saling melancarkan serangan di tengah konflik yang terus meluas.
TRIBUNNEWS.COM, GAZA - Empat warga Palestina tewas pada Selasa setelah serangan Israel menargetkan kerumunan warga sipil di Jalur Gaza bagian tengah.
Serangan tersebut menjadi pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang masih berlangsung, menurut sumber medis setempat.
Sumber medis kepada Anadolu menyebutkan, jenazah empat warga Palestina bersama sejumlah korban luka dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah usai serangan di wilayah timur kamp pengungsi Maghazi.
Saksi mata mengatakan penembakan terjadi bersamaan dengan aktivitas kelompok bersenjata yang diduga bekerja sama dengan Israel di kawasan tersebut, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pada dini hari, seorang perempuan Palestina juga dilaporkan terluka akibat tembakan pasukan Israel di Khan Younis, Gaza selatan.
Tembakan tersebut menyasar tenda-tenda pengungsian di kawasan Al-Maslakh Al-Turki, menurut sumber medis di Rumah Sakit Nasser.
Baca juga: 4 Bulan Dibentuk, Board of Peace Disebut Tak Miliki Dana untuk Biaya Rekonstruksi Gaza, Palestina
Saksi mata lainnya menyebut kapal perang Israel melepaskan tembakan ke arah pesisir Rafah dan Khan Younis. Hingga kini belum ada laporan korban dari insiden tersebut.
Di Lebanon selatan, dua orang, termasuk seorang paramedis, dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam pusat layanan medis darurat pada Selasa.
Kantor berita resmi Lebanon, NNA, melaporkan jet tempur Israel menyerang pusat milik Asosiasi Pramuka Islam Risala di kota Srifa. Serangan itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 116 tenaga medis dan pekerja kesehatan tewas serta ratusan lainnya terluka akibat serangan Israel sejak awal Maret.
Sementara itu, pasukan Israel dilaporkan memasuki desa Zawtar al-Sharqiya di utara Sungai Litani, Lebanon selatan, di tengah laporan bentrokan dengan kelompok Hezbollah.
Sumber lokal kepada Anadolu mengatakan pasukan Israel memasuki wilayah tersebut setelah serangan udara intensif dan penembakan artileri yang berlangsung selama beberapa jam.
Sebagai respons, Hezbollah mengklaim telah menyerang konsentrasi kendaraan militer dan pasukan Israel di dalam maupun sekitar desa menggunakan roket, peluru artileri, dan drone peledak.
Media Lebanon juga melaporkan aktivitas udara Israel yang intens di sejumlah wilayah selatan, termasuk Ghazieh, Qanaarit, dan Haret Saida.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/4tewaspalestina12.jpg)