Rabu, 8 April 2026
Deutsche Welle

TikTok Dituding Ikut Bertanggung Jawab atas Kesuksesan AfD di Jerman

Menurut analisis data, konten AfD dilihat oleh pemilih pemula di TikTok dua kali lebih sering dibanding gabungan semua konten dari…

Deutsche Welle
TikTok Dituding Ikut Bertanggung Jawab atas Kesuksesan AfD di Jerman 

Sejauh mana TikTok ikut mendongkrak perolehan suara partai ekstrem kanan Alternative für Deutshcland (AfD) di pemilu negara bagian di Sachsen dan Thüringen?

Di kedua negara bagian federal tersebut, pada Minggu (01/09) partai AfD mengumpulkan suara dua kali lebih banyak dibandingkan partai koalisi pimpinan Olaf Scholz yang terdiri dari gabungan SPD, Partai Hijau, dan FDP.

Menurut lembaga jajak pendapat Infratest Dimap, AfD sejauh ini sangat populer di kalangan pemilih berusia 18 hingga 24 tahun di Sachsen dan Thüringen.

Mengingat popularitas TikTok di kalangan anak muda, hal ini mungkin terkait dengan kuatnya kehadiran konten AfD di platform tersebut, menurut Roland Verwiebe.

Ia adalah profesor di Universitas Potsdam dan salah satu koordinator proyek Potsdam Social Media Monitor, yang memantau aktivitas partai-partai politik di TikTok sebelum pemilihan negara bagian.

"Kami berasumsi bahwa kesuksesan AfD di TikTok kemungkinan besar berkontribusi terhadap kesuksesan partai ini di pemilu regional," kata Verwiebe kepada DW.

"Setengah dari anak-anak berusia 16 hingga 24 tahun mendapatkan informasi politik secara eksklusif dari TikTok. Ini membuat platform ini sangat berpengaruh."

Dominasi AfD di TikTok

Untuk melakukan analisis ini, para peneliti membuat 30 profil TikTok fiktif dari pengguna yang lahir tahun 2006 dan di Thüringen, Sachsen, atau tinggal di Brandenburg.

Pemilihan umum negara bagian akan berlangsung di Brandenburg pada 22 September.

Para peneliti kemudian menganalisis lebih dari 75.000 video yang muncul di feed pada minggu-minggu sebelum pemilu.

Mereka menemukan rata-rata sembilan video per minggu yang berisi konten AfD.

Sementara yang terkait CDU atau Aliansi Sahra Wagenknecht BSW per minggunya hanya muncul lebih dari satu video, dan jauh lebih sedikit konten terkait partai lain.

Para peneliti juga menemukan bahwa jumlah video yang muncul di feed pengguna tampaknya tidak berhubungan langsung dengan jumlah total konten yang diproduksi partai.

"SPD, misalnya, memproduksi lebih banyak video dibandingkan AfD dalam delapan minggu sebelum pemilihan negara bagian," kata Verwiebe.

Tapi video-video ini hampir tidak pernah ditemukan di feed para pengguna.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved