Sejarah Ambruknya Polisi Rahasia Jerman Timur, Stasi
Pada 15 Januari 1990, markas polisi rahasia Jerman Timur Stasi diserbu demonstran, menyusul pembangkangan sipil terhadap rezim komunis…
Meskipun dipermalukan, dia menolak untuk mengungsi ke Jerman Barat dan sebaliknya mencari nafkah sebagai seniman lepas di DDR. Saat itu pun, Stasi terus memantau pergerakan Gabriele Stötzer.
Cara yang digunakan gerakan bawah tanah demi mengelabui dinas rahasia pada tahun 1989 disebutnya "cerdik" dan "luar biasa." Pendudukan kantor Stasi di Erfurt sontak menjadi buah bibir. Sejak itu, satu per satu kota - Halle, Leipzig atau Gotha - menjadi saksi ambruknya kekuasaan polisi rahasia.
"Mereka masuk, menginginkan berkas Stasi dan tidak ada tembakan yang dilepaskan," kata Gabriele.
Hanya di Berlin prosesnya memakan waktu lebih lama. Menurut Markus Meckel, bekas menteri luar negeri DDR pada tahun 1990 setelah pemilihan umum bebas pertama, penyebabnya adalah sistem negara yang tersentralisasi.
"Di sanalah pusat kekuasaan berada, termasuk aparat represifnya.” Dan Stasi hanya dapat dilenyapkan "jika pemerintah sendiri menjadi tidak stabil dan tidak melihat jalan keluar lain." Momen itu terjadi pada tanggal 15 Januari 1990.
Lengsernya Hans Modrow
Tiga hari setelah penyerbuan markas Stasi, kepala pemerintahan DDR terakhir, Hans Modrow, menyerah pada aksi jalanan. Dia memerintahkan pembubaran dinas rahasia. Membuka arsip Stasi merupakan "pencapaian hebat" dari Kamar Rakyat DDR, kata Meckel dalam wawancara dengan DW. Sebuah pencapaian "yang harus diperjuangkan melawan keinginan perwakilan pemerintah Jerman Barat".
Kanselir Jerman Barat Helmut Kohl lebih memilih untuk menyimpan informasi rahasia DDR dalam keadaan terkunci dan terkunci. Untuk mencegah hal tersebut, Arno Polzin dan para demonstran di Berlin menduduki benteng Stasi untuk kedua kalinya pada bulan September 1990.
Dengan pendudukan kedua, tujuan terpenting aktivis hak-hak sipil DDR akhirnya tercapai: "Berkas saya adalah milik saya," kata Arno Polzin, sembari menyebutkan ketakutan lain yang memotivasi demonstran: bahwa dinas rahasia Jerman Barat akan memperoleh akses ke berkas-berkas tersebut "sebelum warga DDR sempat mengetahui apa yang sedang terjadi." Sekarang, berkas-berkas Stasi bisa diakses oleh siapa saja yang berkepentingan.
Diadaptasi dari artikel DW berbahasa Jerman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle71295030_403.jpg.jpg)