Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kuwait dan Arab Saudi Panen Serangan Drone, IRGC Iran: Itu Kerjaan Zionis Israel dan AS

IRGC Iran menyebut kalau Israel dan AS memainkan taktik false flag dengan menyerang Kuwait dan Ara Saudi lalu menyalahkan Iran.

RNTV/TangkapLayar
IRAN BALAS ISRAEL - Sebuah drone serang satu arah yang diyakini berasal dari Iran, melintasi wilayah udara Irak, Jumat (13/6/2025) silam. Iran dilaporkan membalas serangan udara Israel yang menewaskan sejumlah petinggi militer mereka, ilmuan, serta sejumlah fasilitas pengayaan nuklir di negara tersebut pada tahun lalu. 

Kuwait dan Arab Saudi Panen Serangan Drone, IRGC Iran: Itu Kerjaan Zionis Israel dan AS

Ringkasan Berita:
  • Unit elite militer Iran, IRGC membantah melanggar gencatan senjata.
  • IRGC justru menyalahkan Israel dan AS atas serangan yang dilaporkan terjadi di kawasan Teluk.
  • Sementara, Kuwait dan Arab Saudi melaporkan serangan pesawat tak berawak dan serangan terhadap fasilitas militer.

 

TRIBUNNEWS.COM - Unit elite militer Iran, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah telah melanggar gencatan senjata.

Pernyataan mereka yang dirilis pada Jumat (10/4/2026) mengklaim, serangan-serangan yang terjadi justru dilakukan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Media Israel: Trump Menyerah! Iran Menang Telak, Hizbullah Lebanon Bangkit Lebih Kuat

"Kalau jika ada serangan yang dilakukan di negara-negara di sepanjang pantai selatan Teluk Persia, itu tidak diragukan lagi adalah pekerjaan musuh Zionis (Israel) atau Amerika Serikat," kata pernyataan IRGC

Perkembangan ini terjadi di tengah laporan serangan di Kuwait, Jubail, Ras Tanura, Yanbu, dan Riyadh usai terjadinya negosiasi gencatan senjata dalam perang tersebut.

Kesepakatan untuk bernegosiasi soal gencatan senjata ini terjadi hanya 90 menit sebelum ultimatum "penghapusan peradaban" yang dilontarkan Presiden AS, Donald Trump ke Iran.

Baca juga: Komando Militer AS Pajang Pesawat Pembom Siluman B-2, Trump: Peradaban Iran Akan Mati Malam Ini

"Selama beberapa jam terakhir, berbagai media telah menerbitkan laporan tentang serangan terhadap fasilitas di beberapa negara Teluk Persia. Kami harus memberi tahu Anda kalau Angkatan Bersenjata Iran tidak meluncurkan rudal atau drone ke negara mana pun selama gencatan senjata," demikian bunyi pernyataan IRGC.

Pernyataan itu mengklaim kalau IRGC akan bersikap ksatria, jika menyerang, akan "secara terbuka dan berani mengumumkannya dalam pernyataan resmi. Setiap tindakan yang tidak termasuk dalam pernyataan resmi Republik Iran tidak terkait dengan kami."

Sebelumnya pada hari Kamis, Kantor Berita Kuwait melaporkan kalau sebuah lokasi Garda Nasional negara tersebut telah menjadi sasaran drone.

Menteri Luar Negeri Kuwait, dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa beberapa "fasilitas vital" di Kuwait juga menjadi sasaran.

Demikian pula, Arab Saudi juga melaporkan serangan terhadap "infrastruktur untuk produksi, transportasi, dan penyulingan minyak dan gas, serta pabrik petrokimia dan fasilitas pembangkit listrik di Riyadh, Provinsi Timur, dan kota industri Yanbu," kata seorang pejabat kementerian energi seperti dikutip oleh AFP.

Para pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Islamabad pada 11 April.

Para pejabat AS dan Iran yang akan bertemu dan bernegosiasi adalah:

Delegasi AS

  • Wakil Presiden AS, JD Vance
  • Utusan Khusus Presiden AS untuk urusan Timur Tengah, Steve Witkoff
  • Penasihat Presiden AS, Jared Kushner
  • Komandan US CENTCOM, Laksamana Brad Cooper

Delegasi Iran

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht Ravanchi 

Negosiasi ini bertujuan untuk membahas lebih lanjut kerangka kerja gencatan senjata.
 


 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved