Kantor PM Israel Benjamin Netanyahu menyetujui gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera
Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menyetujui "kesepakatan pembebasan para sandera". Sebelumnya…
Kelompok Hamas mengatakan mereka tetap berkomitmen pada kesepakatan tersebut.
Hamas dilaporkan mencoba menambahkan sejumlah anggotanya ke dalam daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan berdasarkan kesepakatan tersebut.
Penundaan tersebut terjadi setelah serangan Israel di Gaza menyusul pengumuman kesepakatan pada Rabu yang menewaskan lebih dari 80 orang, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.
Beberapa jam sebelum rapat kabinet Israel pada Kamis, Netanyahu menuduh Hamas mencoba "mengingkari kesepakatan pada menit-menit terakhir".
Kabinet Israel tidak akan bersidang hingga Hamas menerima "semua elemen perjanjian," demikian bunyi pernyataan dari kantor PM Netanyahu.
Menlu AS Blinken mengatakan penundaan seperti itu sudah diperkirakan bakal terjadi dalam situasi "penuh tantangan dan ketegangan" saat ini.
"Kami Tengah berupaya mencari jalan keluar dari kebuntuan ini," katanya dalam jumpa pers.
Dia mengatakan AS "yakin" kesepakatan itu akan mulai berlaku pada hari Minggu sesuai rencana, dan bahwa gencatan senjata akan terus berlanjut.
Media-media Israel melaporkan bahwa rapat kabinet diharapkan akan digelar pada Jumat (17/01) untuk menyetujui kesepakatan itu. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pejabat Israel.
Mayoritas menteri Israel diharapkan mendukung kesepakatan itu, tetapi pada Kamis (16/01) malam, Menteri Keamanan Itamar Ben-Gvir mengatakan partai sayap kanannya akan keluar dari pemerintahan Netanyahu jika menyetujui kesepakatan tersebut.
"Kesepakatan ini adalah kesepakatan yang gegabah," kata Ben-Gvir dalam jumpa pers.
Namun, ia mengatakan partainya, Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi), tidak akan berusaha menggulingkan pemerintah jika kesepakatan itu diratifikasi.
Dia mendesak pemimpin partai sayap kanan lainnya dalam pemerintahan Netanyahu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dari Partai Zionis Religius, untuk bergabung dengannya untuk mengundurkan diri apabila kesepakatan itu diteken.
Sementara itu, seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya berkomitmen pada perjanjian yang diumumkan oleh tim mediator.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesia200fdaa0-d48a-11ef-9fd6-0be88a764111.jpg.jpg)