Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Israel Klaim Gencatan Senjata Ditunda, Hamas Tegaskan Komitmen pada Perjanjian

Israel mengklaim gencatan senjata ditunda lantaran Hamas belum menyerahkan daftar sandera, namun Hamas tegaskan komitmennya pada perjanjian.

Tayang:
Anews/Tangkap Layar
Ribuan warga Gaza Utara diusir paksa oleh militer Israel yang melakukan penyerbuan di Beit Hanoun, Gaza Utara. 

TRIBUNNEWS.COM - Radio Angkatan Darat Israel pada Minggu (19/1/2025) melaporkan, gencatan senjata di Gaza, yang awalnya dimulai pada pukul 8.30 pagi waktu setempat, harus ditunda.

Juru bicara tentara Israel, Daniel Hagari mengklaim, gencatan senjata ditunda lantaran Hamas belum menyerahkan daftar sandera yang akan dibebaskan.

"Gencatan senjata di Gaza tidak akan dimulai sampai daftar sandera yang akan dibebaskan diterima, kata juru bicara tentara Israel," kata juru bicara tentara Israel, dikutip dari Anadolu Anjansi.

Dalam pidato singkat yang disiarkan di televisi, Hagari mengatakan eselon politik telah mengarahkan militer untuk menunda pelaksanaan gencata senjata.

Mereka tetap memiliki kebebasan untuk melanjutkan serangan di Jalur Gaza selama gencatan senjata belum berlaku.

Namun Hamas menegaskan akan tetap patuh pada perjanjian gencatan senjata.

"Kami menegaskan kembali komitmennya terhadap ketentuan perjanjian gencatan senjata," tegas Hamas.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas menjelaskan alasan nama-nama sandera belum dirilis.

Menurut Hamas, nama-nama tersebut belum dirilis karena adanya masalah teknis.

"Penundaan dalam memberikan nama-nama mereka yang akan dibebaskan dalam gelombang pertama adalah karena alasan teknis," kata Hamas, dikutip dari Al-Arabiya.

Beberapa hari sebelumnya, Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan upaya yang berhasil untuk menengahi perjanjian gencatan senjata di Gaza.

Kesepakatan ini mencakup pembebasan sandera dan penarikan bertahap pasukan Israel dari daerah kantong tersebut.

Kesepakatan gencatan senjata ini berlaku selama enam minggu dan mulai berlaku pada Minggu, 19 Januari 2025.

Baca juga: Israel Akan Bebaskan 737 Tahanan di Fase Pertama Gencatan Senjata, Termasuk Zakaria Zubeidi

Tahapan Gencatan Senjata

Berikut rincian kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas:

1. Pertukaran Tahanan dan Sandera

Israel akan membebaskan 30 tahanan Palestina untuk setiap sandera Israel, dan 50 tahanan Palestina lainnya untuk setiap tentara wanita Israel yang ditahan di Gaza.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved