Senin, 8 Juni 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Pajak Impor Tinggi Trump: Respon Kanada, Meksiko, dan China

Kebijakan pajak impor Trump: siapa yang terpengaruh dan bagaimana tanggapan negara-negara yang dikenai tarif?

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: timtribunsolo
Tangkapan Layar YouTube FOX 2 Detroit
KONFERENSI PERS TRUMP - Tangkapan Layar YouTube FOX 2 Detroit yang memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi pers terkait tabrakan pesawat antara Jet American Airlines dengan helikopter Black Hawk pada Kamis (30/1/2025). Pada 1 Februari 2025, Donald Trump menandatangani kebijakan yang mengesahkan pemberlakuan pajak impor tinggi kepada tiga negara, yaitu Kanada, Meksiko, dan China. 

Pada tahun 2023, AS diperkirakan mengimpor barang senilai 1,2 triliun USD dari ketiga negara ini.

Kenaikan harga tidak hanya akan memengaruhi barang yang langsung dibeli oleh konsumen, tetapi juga bahan baku yang digunakan untuk memproduksi barang lainnya di dalam negeri.

Menurut Tax Foundation, diperkirakan tarif ini akan menambah beban pajak keseluruhan sebesar 1,2 triliun USD.

Meskipun Trump mengeklaim bahwa pemerintah AS akan mendapatkan lebih banyak pendapatan dari tarif ini, pada akhirnya, konsumen lah yang harus menanggung biaya tambahan tersebut.

Bagaimana Tanggapan Negara-Negara yang Terkena Pajak Tinggi dari Trump?

Apa yang Dikatakan China?

Pemerintah China mengecam keputusan Trump yang akan menerapkan tarif 10 persen.

Namun, mereka juga menyatakan bahwa mereka tetap terbuka untuk negosiasi guna menghindari konflik yang lebih dalam.

Bagaimana Respon Kanada?

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyatakan bahwa negara tersebut akan membalas dengan menerapkan tarif sebesar 25 persen pada sejumlah barang impor dari AS.

Dalam pernyataannya, Trudeau mengingatkan bahwa kebijakan Trump akan berdampak nyata bagi masyarakat di kedua negara.

Barang-barang yang terkena dampak termasuk bir, anggur, bourbon, buah-buahan, dan pakaian.

Apa Sikap Meksiko?

Trump menargetkan Meksiko karena dianggap sebagai penyebab utama masalah overdosis fentanil di AS.

Menanggapi ini, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menolak tuduhan Gedung Putih yang menyebut pemerintah Meksiko bersekongkol dengan organisasi kriminal.

Ia menegaskan bahwa produsen senjata di AS lebih berperan dalam masalah tersebut.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved