Kamis, 28 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Lirik Arab Saudi Punya Tanah Luas: Bisa Dirikan Palestina, Kemenlu Saudi Tak Terima

PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut Arab Saudi punya tanah luas dan cocok untuk membangun negara Palestina, seperti niat Trump merelokasi warga Gaza

Tayang:
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Google Earth
TANAH ARAB SAUDI - Tanah Arab Saudi dalam tangkapan layar melalui Google Earth pada Jumat (7/2/2025). PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut Arab Saudi punya tanah luas dan dapat mendirikan Negara Palestina 

AS, yang bekerja sama dengan tim-tim pengembang hebat dari seluruh dunia, akan perlahan-lahan dan hati-hati memulai pembangunan yang kelak akan menjadi salah satu pembangunan terbesar dan paling spektakuler di dunia.

"Tidak diperlukan tentara AS! Stabilitas untuk kawasan itu akan terwujud!!!"

Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat dan seorang Demokrat, mengkritik Trump dalam pidatonya minggu lalu karena "ceroboh dan melanggar hukum".

Pada tanggal 4 Februari, Trump menyatakan bahwa AS dapat " mengambil alih " Gaza dan "melakukan pekerjaan di sana" dengan mengubah wilayah Palestina menjadi "Riviera" baru di Timur Tengah.

Ia juga menganjurkan pemindahan warga Palestina dari Gaza ke negara lain.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio  mendukung  rencana Trump, dengan menyatakan bahwa "Gaza HARUS BEBAS dari Hamas".

Steve Witkoff, utusan khusus AS untuk Timur Tengah,  mengatakan  usulan Trump untuk pemukiman kembali Palestina akan memberi mereka "lebih banyak harapan" untuk masa depan yang lebih baik.

Irlandia Dilirik

Belum rampung wacana dan rencana pemindahan warga Gaza keluar dari Palestina, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Katz baru-baru ini membuat pernyataan kontroversial.

Belakangan, ia mengusulkan sebuah negara menjadi lokasi selanjutnya pemindahan warga Gaza.

Negara tersebut adalah Irlandia.

Bukan tanpa sebab, Katz memiliki alasan tersendiri agar Irlandia bersedia menerima relokasi tersebut. 

Diberitakan Irish Independent pada Kamis (6/2/2025), Israel Katz, hari ini memerintahkan tentara untuk menyiapkan rencana guna mengizinkan "keberangkatan sukarela" penduduk dari Jalur Gaza.

Ia mengusulkan Irlandia sebagai salah satu negara yang diwajibkan secara hukum untuk mengizinkan penduduk Gaza memasuki wilayah mereka.

Menurutnya, Irlandia adalah salah satu negara yang “menyampaikan tuduhan dan klaim palsu terhadap Israel atas tindakannya di Gaza”.

Tegas PBB

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan kepada Presiden Donald Trump pada hari Rabu untuk menghindari pembersihan etnis di Gaza.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved