Konflik Rusia Vs Ukraina
Donald Trump Targetkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Sebelum Paskah 2025
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana untuk mengamankan gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina sebelum Paskah, 20 April 2025.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana untuk mengamankan gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina sebelum Paskah yang jatuh pada 20 April 2025.
Hal ini dilaporkan oleh Bloomberg pada Minggu, 16 Februari 2025.
Sumber yang tidak disebutkan namanya menyebutkan bahwa pemerintahan Trump telah memberi tahu pejabat Eropa tentang harapan mereka untuk mencapai kesepakatan tersebut dalam waktu dekat, dikutip dari Kyiv Independent.
Sebelumnya, Trump sempat berjanji untuk mengakhiri perang di Ukraina dalam waktu 24 jam setelah memenangkan pemilihan presiden.
Namun, sejak itu, jadwal tersebut telah direvisi.
Sekarang, Trump menargetkan gencatan senjata dapat dicapai sebelum Paskah, meski banyak pihak yang meragukan realisasi tersebut.
Menurut sumber yang dekat dengan perundingan, rencana gencatan senjata ini dianggap ambisius dan berpotensi tidak realistis.
Sumber tersebut bahkan menyatakan bahwa kemungkinan besar gencatan senjata baru dapat tercapai pada akhir tahun, bukan sebelum Paskah, dikutip dari RBC-Ukraine.
Sejak seminggu terakhir, Amerika Serikat telah mengambil beberapa langkah untuk memajukan agenda perdamaian Rusia-Ukraina.
Langkah-langkah tersebut, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Eropa dan Ukraina.
Meskipun begitu, pejabat Eropa juga sedang berupaya meningkatkan anggaran untuk pertahanan dan memberikan dukungan lebih besar bagi Ukraina.
Baca juga: Yevheniia Kravchuk: Ukraina Siapkan Langkah Strategis Jika AS Hentikan Bantuan Militer ke Kiev
Rencana tersebut, menurut laporan, baru akan diumumkan setelah pemilihan parlemen Jerman yang dijadwalkan pada 23 Februari mendatang.
Pada saat yang sama, beberapa pejabat Eropa menilai bahwa kecepatan pembicaraan yang akan dimulai minggu depan di Arab Saudi, dengan perwakilan dari AS dan Rusia, meskipun ambisius, tetap berpotensi tidak realistis.
Pembicaraan tersebut akan dipimpin oleh Senator Marco Rubio dari AS yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2025.
Sebagai respons terhadap ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menyelenggarakan pertemuan puncak kekuatan pertahanan Eropa di Paris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Trump-dalam-Upacara-Pelantikan-Menteri-Kesehatan-dan-Layanan-Kemanusiaan-AS.jpg)