Senin, 20 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

2 Sandera Israel Syok Lihat Pembebasan 3 Rekannya: Netanyahu, Kami Juga Ingin Pulang

Dua sandera Israel, Itamar David dan Guy Gilboa Dalal, syok saat lihat 3 rekannya dibebaskan Hamas dan tuntut Netanyahu lanjutkan pertukaran sandera.

|
Telegram/Brigade Al-Qassam
PEMBEBASAN SANDERA - Tangkapan layar ini diambil dari publikasi video Telegram Brigade Al-Qassam (sayap militer gerakan Hamas) pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan dua sandera Israel, Itamar David (kiri) dan Guy Gilboa Dalal (kanan), yang diizinkan oleh anggota Al-Qassam untuk melihat pembebasan 3 rekannya melalui pertukaran tahanan gelombang ke-7 di Jalur Gaza pada Sabtu (22/2/2025). Kedua sandera tersebut seharusnya bebas pada pertukaran gelombang ke-2. Pada Sabtu (22/2/2025), Hamas membebaskan 6 sandera Israel dengan imbalan 602 tahanan Palestina. 

TRIBUNNEWS.COM - Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), menerbitkan video di balik layar pembebasan sandera Israel gelombang ke-7 yang berlangsung kemarin, Sabtu (22/2/2025).

Video tersebut memperlihatkan dua sandera Israel yang seharusnya dibebaskan pada tahap kedua malah duduk di dalam mobil di tengah alun-alun saat Brigade Al-Qassam membebaskan rekan-rekannya.

Kedua sandera, Itamar David dan Guy Gilboa Dalal, berada dalam keadaan syok dan mengirim surat kepada pemerintah dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menuntut pembebasan mereka dengan segera.

"Kami mohon agar kalian mengembalikan kami ke rumah kami... Netanyahu, kalian telah membunuh kami... Rekan-rekan kami yang bersama kami akan kembali setelah 500 hari. Wahai orang-orang Israel, kami mohon, kami ingin menjadi seperti mereka," mengacu kepada para tahanan yang diserahkan, Sabtu (22/2/2025).

Kedua sandera tersebut mengungkapkan keterkejutan mereka atas kejadian saat rekan-rekan mereka diserahkan, dan menuntut agar Netanyahu melanjutkan kesepakatan pertukaran sandera dengan cara apa pun.

"Tekanan militer akan membunuh kita semua. Anda memulai kesepakatan, jadi teruskan saja," kata salah satu sandera.

Mereka juga meminta warga Israel untuk terus berdemonstrasi hingga sandera lainnya dibebaskan.

“Tolong, kami ingin mencapai momen ini, kami ingin kembali ke rumah kami, tekanan militer bukanlah solusi.”

Video tersebut memuat adegan dari proses serah terima, yang berlangsung di hadapan rakyat dan meliputi adegan perayaan dan parade militer perlawanan.

Selain itu, Brigade Al-Qassam juga mengibarkan bendera Palestina berukuran besar di tiang tinggi serta memutar lagu kebangsaan Palestina.

Klip tersebut berfokus pada frasa, “Tanah mengenal pemiliknya dari warga negara asing yang memiliki kewarganegaraan ganda."

Baca juga: Sandera Israel Cium Kening Petempur Hamas Saat Pembebasan 3 Tawanan di Nuseirat Gaza Tengah

6 Sandera Israel Dibebaskan secara Terpisah

Video yang dirilis Brigade Al-Qassam pada Minggu (23/2/2025) memperlihatkan sejumlah pejuang dari Brigade Al-Qassam, yang bertugas melindungi tahanan, mengangkut tiga tahanan dengan mobil putih yang berlangsung pada Sabtu (22/2/2025).

Mereka semua keluar dan berdiri di samping pohon zaitun yang telah ditebang oleh pendudukan Israel.

Salah seorang sandera yang dibebaskan mengatakan pohon ini baginya tampak lebih besar dari negara Israel.

Sementara sandera lain bertanya-tanya kejahatan apa yang telah dilakukan pohon ini sehingga ditebang, lalu mengatakan, “Tidak ada Hamas atau Al-Qassam di sini.”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved