Sabtu, 9 Mei 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

5 Poin Penting Pertemuan Trump dan Starmer: Bahas Masa Depan NATO hingga Perdamaian di Ukraina

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertama kalinya pada Kamis (27/2/2025).

Tayang:
Tangkapan layar YouTube White
TRUMP DAN STARMER - Tangkapan layar YouTube White House pada Jumat (28/2/2025) yang menunjukkan PM Inggris bertemu dengan Presiden AS di Gedung Putih pada Kamis (27/2/2025). Pertemuan yang digelar di Gedung Putih ini membahas beberapa poin penting. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertama kalinya pada Kamis (27/2/2025).

Pertemuan yang digelar di Gedung Putih ini membahas beberapa poin penting.

Mulai dari masa depan Pakta Pertahanan Atlantik (NATO) hingga membahas perdamaian perang di Ukraina.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya tampak berbeda pendapat.

Meski begitu, Starmer tetap bersikap hati-hati dalam mengungkapkan pendapatnya.

Ia tidak secara langsung membantah pendapat Trump.

Sadar akan kehati-hatian Starmer, Trump berusaha menanggapi dengan humor.

Presiden AS ini juga sempat memberikan pujian kepada Starmer dalam konferensi pers.

"Anda sangat hebat dalam diskusi kita. Namun, Anda adalah negosiator yang sangat tangguh. Saya tidak yakin saya menyukainya," ujar Trump, dikutip dari Al Jazeera.

Akan tetapi tidak sampai di situ, perbedaan pendapat semakin memanas hampir di sepanjang konferensi pers.

Selengkapnya, berikut 5 poin penting pertemuan Trump dan Starmer:

Baca juga: Trump Percaya Putin soal Akhiri Perang di Ukraina: Kenal Sudah Lama, Tak Mungkin Ingkar Janji

1. Undangan dari Raja Inggris

Starmer membawa undangan dari Raja Charles III kepada Trump untuk mengunjungi Inggris, yang langsung diterima oleh Presiden AS.

Biasanya, presiden AS jarang melakukan dua kunjungan kenegaraan ke Inggris dalam satu masa jabatan. 

Starmer juga menyoroti latar belakang politiknya yang berbeda dengan Trump, namun menekankan bahwa keduanya memiliki kesamaan dalam memahami pentingnya kemenangan dalam politik.

"Bukan rahasia lagi bahwa kami berasal dari tradisi politik yang berbeda. Namun, ada banyak kesamaan di antara kami," kata Starmer.

2. Starmer Menolak Kritik Trump terhadap Perdagangan

Trump berulang kali menyebut hubungan perdagangan AS-Inggris tidak adil, tetapi Starmer menanggapinya dengan diplomatis.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved