Selasa, 21 April 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Survei CPAC Tempatkan JD Vance Jadi Calon Terdepan Gantikan Trump

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance jadi pilihan utama dalam survei opini tahun ini mengalahkan sosok Sekretaris Negara, Marco Rubio.

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Di tengah gelombang protes No Kings, Wakil Presiden JD Vance menangkan straw poll CPAC 2028 dengan dukungan 53 persen, mengukuhkan posisinya sebagai calon kuat penerus Donald Trump
  • Sekretaris Negara Marco Rubio tempati posisi kedua dengan 35 persen suara, naik signifikan dari hanya 3 persen pada tahun lalu berkat peran strategisnya dalam kebijakan luar negeri
  • Persaingan capres dari Partai Republik saat ini mengerucut pada Vance dan Rubio, di mana kandidat lainnya tak ada yang mampu memperoleh suara lebih dari 2%

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah gelombang massa demonstrasi pemerintahan Donald Trump bertajuk No Kings, Lembaga Conservative Political Action Conference (CPAC) pun menggelar survei opini terkait siapa sosok Presiden Amerika Serikat selanjutnya.

CPAC sendiri merupakan salah satu pertemuan politik tahunan terbesar dan paling berpengaruh di Amerika Serikat yang menjadi wadah bagi para politisi, aktivis, dan pendukung sayap kanan atau konservatif.

Di data yang dipublikasikan pada Sabtu (28/3/2026) tersebut JD Vance unggul telak dalam survei bertajuk Straw Poll CPAC 2028 untuk menentukan siapa calon presiden dari Partai Republik pada Pemilu AS 2028 mendatang.

Sosok Wakil Presiden Amerika Serikat tersebut menjadi pilihan utama dalam survei opini tahun ini mengalahkan sosok Sekretaris Negara, Marco Rubio.

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dirilis pada Sabtu waktu setempat, Vance memperoleh dukungan mayoritas dari para aktivis dan pendukung inti gerakan Make America Great Again (MAGA).

Dari total lebih dari 1.600 peserta yang memberikan suara di ajang yang digelar di Grapevine, Texas tersebut, sekitar 53 persen memilih JD Vance.

Posisi kedua ditempati oleh Marco Rubio, yang meraih 35 persen suara.

CPAC sendiri merupakan pertemuan tahunan krusial bagi para anggota parlemen, aktivis, dan tokoh-tokoh potensial Partai Republik.

Meskipun hasil straw poll ini tidak selalu menjadi prediktor mutlak siapa yang akan memenangkan nominasi partai nantinya, hasil ini menjadi potret nyata ke mana arah dukungan basis massa Presiden Donald Trump saat ini.

Sebagaimana diketahui, Presiden Donald Trump yang kini menjabat di periode kedua, tidak dapat mencalonkan diri kembali pada tahun 2028 sesuai konstitusi AS.

Jika dibandingkan dengan pertemuan CPAC tahun lalu di Oxon Hill, Maryland, posisi Vance tetap kokoh meski persentasenya sedikit bergeser.

Baca juga: 3.000 Aksi No Kings Guncang AS: Warga Serentak Protes Trump, Perang Iran, dan Krisis Ekonomi

Tahun lalu, Vance memimpin dengan 61 persen suara, disusul oleh Steve Bannon (12 persen) dan Gubernur Florida Ron DeSantis (7 persen).

Namun, lonjakan drastis dialami oleh Marco Rubio.

Tahun lalu, Rubio hanya meraup 3 persen suara. 

MARCO RUBIO - Gambar diambil dari Facebook Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (9/7//2025) memperlihatkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam unggahan pada 18 Maret 2025.
MARCO RUBIO - Gambar diambil dari Facebook Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (9/7//2025) memperlihatkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam unggahan pada 18 Maret 2025. (Facebook Departemen Luar Negeri AS)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved