Rabu, 22 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kim Jong Un Diam-diam Kirim 10.000 Pasukan Tambahan ke Rusia

Badan Mata-mata Korea Selatan mengatakan kepada AfP pada Kamis (27/2/2025) bahwa Korea Utara mengirimkan 10.000 pasukan tambahan ke Rusia.

AFP/STR
KIM JONG UN - Gambar ini merupakan arsip yang diambil pada tanggal 29 November 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada tanggal 30 November 2024 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov (tidak terlihat dalam gambar) di Pyongyang. - Korea Utara diam-diam kirim pasukan tambahan ke Rusia. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP) (Foto Arsip November 2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Mata-mata Korea Selatan mengatakan kepada Agence France-Presse pada Kamis (27/2/2025) bahwa Korea Utara mengirimkan 10.000 pasukan tambahan ke Rusia.

Menurut laporan tersebut, tentara Korea Utara ditempatkan di garis depan Kursk, dikutip dari Reuters dan KBS WORLD.

Terkait dengan pengerahan pasukan Korea Utara ke Rusia, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) melaporkan bahwa setelah jeda sekitar sebulan, pasukan Korut ditempatkan kembali di garis depan Kursk pada minggu pertama Februari.

Meskipun jumlah pastinya belum diketahui, laporan awal menyebutkan bahwa sekitar 1.000 hingga 3.000 tentara Korut telah diangkut ke Kursk antara Januari hingga Februari menggunakan kapal kargo dan pesawat militer Rusia.

Sejak tahun lalu, diperkirakan sekitar 11.000 tentara Korut telah dikerahkan ke garis depan barat Rusia di Kursk.

NIS melaporkan bahwa pasukan Korut sempat absen dari pertempuran di Kursk sejak pertengahan Januari, yang diduga disebabkan oleh tingginya jumlah korban di kalangan tentara Korut.

Diperkirakan sekitar 300 tentara Korut tewas dan sekitar 2.700 lainnya terluka.

Ukraina juga mengungkapkan Pyongyang kini menyediakan sekitar 50 persen amunisi yang dibutuhkan Rusia dalam perangnya melawan Ukraina.

Hal ini disampaikan oleh  dalam sebuah konferensi pers di Kyiv pada hari Minggu (23/2/2025).

Budanov juga mengonfirmasi Korea Utara memulai pengiriman skala besar howitzer swagerak 170 milimeter dan sistem peluncur roket ganda 240 milimeter ke Rusia.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Rusia baru-baru ini memulai pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina di Arab Saudi, tanpa melibatkan Ukraina.

Baca juga: 8 Fakta Kesepakatan Mineral AS-Ukraina, Mengapa Trump Tertarik pada Mineral Ukraina?

Kepala Staf Presiden Ukraina, Andriy Yermak, dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan, integritas teritorial, dan kedaulatan Ukraina tidak dapat diperdebatkan atau dinegosiasikan.

Peneliti Prancis Dihukum 8 Bulan

Dalam perkembangan terbaru terkait situasi di Rusia-Ukraina, The Guardian melaporkan dua peneliti dari badan penelitian negara utama Prancis dijatuhi hukuman delapan bulan penjara pada Kamis (27/2/2025).

Georges Sitja (59) dan Vasile Heresanu (48) diperkirakan akan menjalani hukuman tersebut di luar penjara dengan mengenakan gelang elektronik.

Vonis itu dijatuhkan setelah mereka melemparkan alat peledak rakitan ke konsulat Rusia di Marseille.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved