Senin, 1 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1104: Zelensky Bertemu Raja Charles III

Perang Rusia-Ukraina telah memasuki hari ke-1104 pada Senin (3/3/2025), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Raja Charles III dari Inggris bertemu.

Tayang:
Kantor Presiden Ukraina
ZELENSKY - Foto ini diambil pada Kamis (27/2/2025) dari publikasi resmi Kantor Presiden Ukraina, memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu anggota Parlemen Eropa dan jaringan parlemen global "Bersatu untuk Ukraina" pada Rabu (26/2/2025). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu Raja Charles III dari Inggris. 

Martlet memiliki jangkauan lebih dari 6 km (3,7 mil) dan dapat ditembakkan dari berbagai platform, baik di darat, laut, maupun udara.

  • Zelensky Puji Dukungan Eropa dan Tekankan Pentingnya Jaminan Keamanan

Zelenskyy memuji "dukungan yang jelas dari Eropa, Inggris, Uni Eropa, dan Turki" setelah kembali ke Ukraina dari pertemuan puncak di London yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

"Lebih banyak persatuan, lebih banyak kemauan untuk bekerja sama," ucap Zelensky.

"Semua orang bersatu dalam isu utama – agar perdamaian menjadi nyata, kita membutuhkan jaminan keamanan yang nyata. Ini adalah posisi seluruh Eropa," imbuhnya.

  • Zelensky Puji Dukungan AS dan Tegaskan Jaminan Keamanan sebagai Kunci Perdamaian

Zelenskyy mengungkapkan pentingnya dukungan Amerika Serikat.

“Kami berterima kasih atas semua dukungan yang kami terima. Tidak ada hari di mana kami tidak merasa bersyukur.”

Ia menekankan, ketahanan Ukraina bergantung pada bantuan mitra internasional, yang juga berkontribusi pada keamanan mereka sendiri.

"Yang kami butuhkan adalah perdamaian, bukan perang tanpa akhir. Dan itu sebabnya kami mengatakan jaminan keamanan adalah kuncinya," tambah Zelenskyy.

Sebelumnya, Zelenskyy berupaya memajukan pembicaraan dengan Presiden AS, Donald Trump, setelah pertemuan yang sulit.

Ia mengisyaratkan kesiapan Ukraina untuk menandatangani kesepakatan mineral dan berharap untuk pembicaraan "konstruktif" dengan pemerintah AS mengenai langkah selanjutnya.

Pada Minggu (2/3/2025) malam, sebuah pesawat nirawak Rusia menyerang gedung apartemen bertingkat di kota Kharkiv, Ukraina, yang merupakan kota terbesar kedua di negara tersebut.

Serangan ini menyebabkan kebakaran dan melukai delapan orang, menurut wali kota Kharkiv, Ihor Terekhov.

Selain itu, tiga bangunan tempat tinggal lainnya rusak akibat serangan tersebut.

Di kota Zaporizhzhia, serangan pesawat nirawak Rusia lainnya melukai seorang warga sipil.

Baca juga: Buntut Cekcok Trump-Zelensky, Pemimpin Eropa Ambil Alih Negosiasi Perdamaian Perang Ukraina

Serangan ini memicu kebakaran besar di sebuah bangunan tempat tinggal, menghancurkan atapnya, yang sebagian runtuh.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved