Konflik Rusia Vs Ukraina
Dituding Mata-mata, Dua Diplomat Kedubes Inggris di Moskow Diusir Rusia
FSB menyatakan bahwa kedua diplomat tersebut telah memberikan data pribadi palsu saat meminta izin untuk masuk ke negara itu.
Enam pengusiran diumumkan pada bulan September, dan satu lagi pada bulan November tahun lalu.
Inggris sempat melakukan "pembalasan" pada bulan Februari lalu dengan mencabut kredensial seorang atase di Kedutaan Besar Rusia di London.
Pemerintah Inggris kala itu menyebut kebijakan pencabutan kredensial yang dilakukan adalah tanggapan atas pengusiran serupa yang dilakukan Rusia pada bulan November.
Selain itu, Pemerintah Inggris juga membatasi kegiatan diplomatik Moskow di London.
Sebelumnya pada Mei 2024, Inggris juga sempat mengusir atase pertahanan Rusia di London dengan tuduhan bahwa ia adalah seorang petugas intelijen yang tidak dideklarasikan.
Inggris juga menutup beberapa properti diplomatik Rusia di negara itu yang menurut mereka digunakan untuk kegiatan spionase.
Beberapa hari kemudian, Rusia membalas dengan mengusir atase pertahanan Inggris.
Pengusiran diplomat baik utusan Barat yang bekerja di Rusia maupun diplomat Rusia di negara-negara Barat pun semakin sering terjadi sejak Moskow meluncurkan invasi ke Ukraina pada tahun 2022.
Pada 2023, outlet berita Rusia, RBC, melaporkan bahwa negara-negara Barat dan Jepang telah mengusir total 670 diplomat Rusia antara awal tahun 2022 hingga Oktober 2023.
Sementara itu, Moskow merespons dengan mengusir 346 diplomat.
Menurut RBC, jumlah ini lebih banyak dibandingkan gabungan pengusiran selama 20 tahun sebelumnya.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KEDUBES-INGGRIS-MOSKOW-Tampak-depan-gedung-Kedutaan-besar-Inggris-di-Moskow.jpg)