Konflik Rusia Vs Ukraina
3 Fakta Kesepakatan Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia Selama 30 Hari
Berikut fakta-fakta terkait kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia selama 30 hari. Bantuan keamanan digelontorkan lagi?
TRIBUNNEWS.COM - Ukraina menyatakan akan mendukung usulan Washington untuk gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia.
Kesepakatan gencatan senjata tercapai setelah pembicaraan penting di mana Amerika Serikat (AS) sepakat untuk melanjutkan bantuan militer dan berbagi intelijen dengan Ukraina.
Setelah lebih dari delapan jam negosiasi di Jeddah, Arab Saudi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan AS akan mengajukan tawaran bersama ke Rusia.
Rubio menerangkan keputusan selanjutnya ada di tangan Moskow.
Berikut rangkuman fakta-fakta terkait kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia selama 30 hari:
1. Gencatan Senjata 30 Hari
Dikutip dari Al Arabiya, Ukraina siap menerima usulan AS untuk memberlakukan gencatan senjata sementara selama 30 hari.
Gencatan senjata ini dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama antara kedua pihak.
Dalam pidato malamnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan AS mengusulkan gencatan senjata penuh yang mencakup penghentian serangan rudal, pesawat nirawak, dan bom, baik di Laut Hitam maupun sepanjang garis depan.
“Ukraina siap menerima usulan ini — kami melihatnya sebagai langkah positif dan siap untuk melakukannya,” ujar Zelensky.
2. Bantuan Keamanan ke Ukraina
Baca juga: Rusia Sampaikan Daftar Tuntutan ke AS Sebagai Syarat Kesepakatan Akhiri Perang di Ukraina
Amerika Serikat juga berjanji akan segera mencabut jeda pembagian intelijen dan melanjutkan bantuan keamanan ke Ukraina.
Pada Selasa malam, pejabat Ukraina mengonfirmasi bahwa bantuan dan pembagian intelijen telah dilanjutkan.
Selain itu, kedua negara sepakat untuk segera menyelesaikan perjanjian komprehensif terkait pengembangan sumber daya mineral Ukraina.
Perjanjian ini telah berjalan beberapa minggu dan sempat terhambat setelah pertemuan sengit antara Presiden AS Donald Trump dan Zelensky di Gedung Putih pada 28 Februari.
Kedua belah pihak juga sepakat pentingnya bantuan kemanusiaan selama gencatan senjata, termasuk pertukaran tawanan perang, pembebasan tahanan sipil dan pemulangan anak-anak Ukraina yang dipindahkan secara paksa.
Mereka sepakat untuk menunjuk tim negosiasi dan segera memulai negosiasi perdamaian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-5464565475gg.jpg)